Makasiy Buat Tuhan, Pdt Anthony Chang, Ayah & Tante Emi

September 16th, 2007 by baikhati2

Hari ini mungkin ndak akan jadi hari yang indah. Bangun tidur seperti biasa
aku berdoa yang itu-itu lagi, yang sama seperti hari kemarin. Cuma, sejak
semalam sebelum aku tidur, aku tambah doaku dengan pertanyaan, "Di manakah Tuhan saat aku sedih? Mana
buktinya kalau Tuhan mau menyediakan kebutuhan aku? Mana buktinya Tuhan peduli
sama aku? Mana buktinya Tuhan pelihara aku?
"
Namun dengan
nada yang biasa aja.

Dari Pkl. 10.30 - 14.30 WIB sambil tidur-tiduran yang akhirnya ketiduran
beneran, isinya cuma sms-an sama Pendy dari GBI Betlehem dan dia aja.

Ndak tau, bawaannya kok ngantuk banget ya? Kebetulan aku puasa 1 kali makan
kenyang dan berniat untuk ndak keluar kos sampe menjelang maghrib.

Pkl. 15.30 WIB ada sms dari Pdt. Ronaldo, "Shallom Lady, gimana ke gereja
hari ini? GBU" Aku balas, "Mau banget Pak, tapi uangku ndak cukup buat ongkos ke
gereja. Dari kemarin belum ada berkat. Maaf ya Pak, bukan ndak mau lho … emang
uangnya ndak cukup.GBU" Pdt. Ronaldo balas, "Ok, ndak apa, saya doakan kamu ya.
GBU"

Setelah aku kirim sms itu, aku keluar kamar. Mau apa ndak ngerti juga. Di
depan ada Tante Emi yang punya warung pempek itu. "Ndak pergi Lad? Udah kerja?"
tanya Tante Emi. "Ndak tante, belum niy makanya BT banget, udah 5 bulan lho aku
nganggur," jawab aku. "Aku kasihan sama kamu. Apa kamu ndak bisa pulang ke rumah
orang tua?" tanyanya lagi. "Ya tante, kalo aku punya orang tua udah pulang dari
kemarin, kan dari dulu juga aku udah bilang aku itu yatim piatu, cuma punya
nenek yang sakit-sakitan. Mau pulang ke sana juga ndak mungkin, rumahnya kan
udah ndak layak huni," jawab aku.

AKhirnya kita ngobrol sampe aku nangis-nangis. Tante Emi tanya, "Kamu ndak ke
gereja? Aku sih udah pulang 1 jam lalu." Aku jawab, "Mau banget Tante, tapi
uangku ndak cukup buat ongkos." Ya ampun, sedih banget deh waktu aku ngomong
begitu. Gila banget ya, sampe ongkos buat ke gereja aja ndak ada … :((

"Ya udah, kamu mandi sana. Nanti aku kasih uang untuk ongkos ke gereja dan
kamu makan hari ini," kata Tante Emi. "Makasih ya Tante, aku mandi dulu," jawab
aku.

Aku balik ke kamar dan aku sms Pdt. Ronaldo, "Pak, aku ke gereja jam 6 ya.
Aku dikasih uang sama tetangga kos aku. Makasih Pak. GBU."

Selesai mandi, aku ketemu Tante Emi di depan. Dikasih ongkos 25 rb. "Ini buat
ongkos kamu ke gereja dan makan hari ini. Ini buat kamu, ndak usah pinjam ya.
Jangan lupa makan ya Lady." Aku jawab, "Terima kasih ya Tante, makasih."

Menuju ke luar gerbang kosan aku, aku bilang dalam hati, "Tuhan makasiy ya.
Paling ndak aku bisa ke gereja."

Waktu jalan menuju ke stasiun, ada sms lagi. Nomor tak dikenal itu,
mengirimkan sms, "Non, maaf Ayah baru balas sms kamu. Ayah bingung harus gimana.
Kamu tau kan, bicara sama Tante kamu susah banget. Awalnya Ayah pikir kamu
bercanda minta bayarin kos. Tapi, seminggu ini, tiap Ayah berdoa, Tuhan selalu
suruh Ayah untuk kirim uang untuk kamu bayar kos. Tadi Ayah udah kirim. Kamu cek
ya Non. Ini no baru Ayah. Jesus Bless U, Non."

Hah? Dari Ayah. Ya ampun … aku kaget banget. Soalnya dari awal bulan aku
sms Ayah untuk minta uang kos tapi ndak dibales. Aku tau, pasti Ayah juga
bingung kalau mau menyisihkan uang untuk aku.

Tuhan terima kasiy ya. Aku ndak tau juga musti bilang apa. Baru semalam aku
sibuk berdoa "Di manakah Tuhan
saat aku sedih? Mana buktinya kalau Tuhan mau menyediakan kebutuhan aku? Mana
buktinya Tuhan peduli sama aku? Mana buktinya Tuhan pelihara aku?
"
Hari ini Tuhan mengirimkan 2 berkat melalui Ayah dan Tante
Emi. Meski cukup untuk bayar kos dan ongkos ke gereja, tapi udah ada yang
selesai.

Tuhan, aku bener-bener kepengin pulang ke tempat di mana aku bisa
terlindungi. Tapi di mana ya? Aku iri sama teman-teman lain yang bisa pulang,
tidur tanpa dia mikir bayar sewa untuk tempat tidur dan bisa makan kenyang tanpa
dia mikir juga uang untuk beli makanan itu.

Sesampainya di gereja, seperti biasa aku berdoa, "Tuhan terima kasih aku sudah tiba di rumahMu berkumpul bersama
saudara seiman. Terima kasih aku telah Engkau layakkan untuk datang menghadap
hadiratMu dan diijinkan beribadah kepadaMu.
"


Tepat Pkl. 18.00 WIB,
ibadah dimulai. Di awal aja aku udah nangis. Pas masuk  firman Tuhan, lebih
nangis lagi. Aduh, kenapa ya, tiap aku "bermasalah", khotbahnya selalu nyindir
aku?

Kelar gereja, seperti biasa aku nemuin Pdt. Anthony Chang. Belum aku sapa,
Beliau udah nyapa duluan, "Wah, Si Baikhati kok sedih? Ada apa?" Aku jawab,
"Shallom Pak, ya aku lagi sedih, masalahnya masih yang kemarin Pak. Tapi
sekarang aku lagi merasa Tuhan ndak peduli sama aku, Tuhan ndak pelihara aku,
Tuhan lagi ndak mau juga menyediakan kebutuhan aku dan Tuhan ndak ada saat aku
sedih. Aku juga jadi nangis karena khotbah Bapak tadi."

"Sabar ya Nak, Bapamu di Surga mendengarkan doamu. Ia selalu ada untuk orang
yang hancur hatinya. God is good, ketika semua orang tidak mencintai dan tidak
peduli sama kamu Tuhan tetap peduli. Saat kamu berdoa Ia mendengarkan doamu,
saat kamu menangis Ia ada di sampingmu, saat kamu minta ampun akan dosamu Ia
segera mengampunimu. Apa yang kita cinta dan cita-citakan tidak selalu hadir
dengan mudah. Tapi percaya dan yakinlah Nak, Tuhan itu baik, Tuhan itu peduli
sama kamu. Mari kita berdoa kiranya Tuhan segera membukakan jalan untuk
masalahmu dan kamu bisa menyelesaikannya satu per satu. Ingat selalu ya Lady,
Tuhan selalu ingin bersamamu, tinggal di dalam hatimu dan beracara dalam
hidupmu. Dia sangat mencintaimu dan selalu hadir dalam kehidupanmu melalui Roh
Kudus-Nya! Mungkin matamu tak dapat melihatNya atau kamu tak dapat merasakan
kehadiranNya, itu tak masalah, tapi Dia tetap ada! Dia ada di sana
memperhatikan, mengawasi dan berjaga-jaga atas hidupmu," ujar Pak Pdt. Anthony
Chang.

Dan aku mengamininya. "Pak Pdt. Anthony Chang makasiy  ya buat
pencerahannya. Bapak lekas sembuh juga ya Pak. GBU."

Ayah terima kasiy ya buat uang kosnya. Ndak nyangka ya Yah, setelah lama
banget kita ndak ketemu, ternyata Ayah juga udah peka mendengarkan suara Tuhan.
Jadi, sekarang kalau aku perlu sesuatu dan Ayah ragu itu benar apa ndak, kan
Ayah bisa tanya sama Tuhan itu benar apa ndak. Meski, sebenarnya ndak ada
gunanya juga aku bohong sama Ayah.

Bapaku di Surga, terima kasiy untuk apa yang telah Engkau lalukan baguku.
Meski kadang aku merasa Engkau jauh, meski kadang aku merasa Engkau tak
mendengar doaku, meski kadang aku bersungut-sungut karena seolah-olah Engkau
tutup mata terhadap masalahku, meski aku merasa Engkau tak memeliharaku, meski
aku merasa Engkau tak memenuhi kebutuhanku; tapi Engkau tetap bekerja dalam tiap
masalahku. Rasanya seribu lidah tak cukup menyanyikan pujian kepada kasihMu yang
hebat atasku. Amin.

Di manakah Tuhan saat aku sedih? Mana buktinya kalau Tuhan mau menyediakan kebutuhan aku? Mana buktinya Tuhan peduli sama aku? Mana buktinya Tuhan pelihara aku?

September 15th, 2007 by baikhati2

13 September 2007, Pkl. 08:19:46 WIB hp aku bunyi, ada sms. SMS dari seorang teman. Isinya, "Kebanggan saya sebagai orang yang percaya Yesus adalah ketika saya mengetahui saya sudah dibebaskan dari kuasa dosa. Dulu saya seorang pecundang, sampah masyarakat, pendosa dan anggota kerajaan neraka. Tapi hari ini saya tahu, ketika saya percaya pada Yesus dan menerimaNya sebagai Tuhan dan Juru Selamat, saya adalah seorang pemenang, orang yang sudah dimerdekakan dari ikatan dosa, dikuduskan dan penghuni kerjaaan surga (Yesaya 53). Apakah kebanggan Anda sebagai orang percaya?"

Membaca sms itu, aku meneteskan air mata. Lalu, sms itu aku balas, "Saya bangga menjadi seorang pemenang, menjadi orang yang sudah dimerdekakan dari ikatan dosa, dikuduskan dan jadi penghuni kerajaan surga. Tapi, melihat hidup saya saat ini, saya merasa bahwa untuk melewati masa pertobatan yang merupakan proses terus-menerus untuk membersihkan seluruh segi kehidupan saya dari kecemaran dosa sangat terasa berat dan pahit. Melalui masa pentahiranNya itu berat dan pahit banget."

Dulu, saat sedih seperti ini, saat hidup terasa berat, saat aku ndak bisa menentukan jalan, saat semua terasa gelap, saat pikiran buntu; rasanya ringan dengan mengintip kartu dan dibacain sama teman. Tapi, sekarang udah nggak boleh lagi aku lalukan. Hal semacam itu udah 2 tahun aku tinggalkan.

Dulu juga dengan mudahnya aku suka memusuhi Tuhan ketika aku salah mengerti apa kehendakNya. Bahkan dengan kesombonganku, aku selalu menantangMu. Ya, mungkin dulu aku itu seperti orang bodoh, bebal dan dungu yang dengan mudahnya mengangkat dagu atau mengacungkan tinju dan berteriak, "Tuhan itu ndak ada."

Tapi, setelah aku bersamaNya, aku tak lupa mengucap syukur atas kesabaran dan ketekunanNya sama aku. Meski dulu aku sering memusuhiNya, tapi Dia tetap sabar. Sampai hari ini pun, Dia masih membiarkan aku hidup di hadapanNya, pasti itu karena kesabaranNya terhadap kelakuanku. Aku tau, untuk meninggalkan masa laluku, aku tetap ndak boleh melupakan bagaimana Ia membawaku dari masa laluku.

Bulan ini parah banget. Ya sih, udah nganggur 5 bulan. Tapi bulan ini paling parah. Tagihan-tagihan semua "menggonggong" untuk dibayar. Dan hebatnya sampai hari ini, aku belum bisa bayar kos juga.

Selasa lalu, salah satu penagih menelepon, "Kapan mau lunasin?" Aku jawab, "Aku pasti lunasin, tapi aku minta waktu karena aku sedang usahakan. Begitu ada, aku bayar. Ada sih beberap pekerjaan yang akan datang, tapi masih harus difollow up. Bantu doa juga ya, biar Tuhan bukain jalan." Si penagih bilang, "Heh cewek bego! Yang gw perlu itu kepastian lu bayar, jangan bawa-bawa nama Tuhan ya, asal lu tahu, Tuhan itu lagi ngutuk lu."

Usai telp ditutup gw yang saat itu lagi makan, langsung nangis. Saat itu gw langsung telp ke Pendeta Ronaldo. Beliau bilang, "Sabar ya Lady, percaya deh Tuhan pasti buka jalan buat kamu." Aku bilang, "Aku pasti sabar Pak, aku juga yakin segala sesuatu itu indah pada waktuNya, tapi orang yang nagih aku mana mau tau itu?" Pendeta Ronaldo lalu bilang, "Sabar ya Lady. Sabar. Saya doakan kamu ya."

Mungkin, Pendeta Ronaldo juga udah speechless, nggak tau musti bilang apa.

Dalam masa yang sulit dan berat ini, aku merasa kalau semua jalan tertutup rapat. Soal kerja, gw udah kirim lamaran tiap hari. Tapi belum ada lagi panggilan. Saat ada panggilan yang di Klp Gading itu, usai interview, HRDnya bilang, "Saya suka sama kamu, pintar dan hebat banget pengalamannya, hari Senin saya kabarin, semoga kamu bisa bergabung di sini."

Waktu pulang, Pendeta Ronaldo telp, "Gimana hasil interviewnya?" Aku bilang, "Kata orang HRDnya, Saya suka sama kamu, pintar dan hebat banget pengalamannya, hari Senin saya kabarin, semoga kamu bisa bergabung di sini. Gitu Pak, semoga hari Senin kabar baik ya Pak. Mohon bantu doa ya Pak. Makasih." Pak Ronaldo jawab, "Yakin deh, Tuhan pasti bantu kamu, pasti buka jalan." Aku jawab, "Iya Pak. Makasih. GBU."

Hari Seninnya, aku dapat kabar, "Setelah dipertimbangkan, maaf kami memilih yang lain." Ya udah, belum waktuNya kerja kali.

Dalam sejarah hidup aku, baru kali ini aku lama banget nganggur, 5 bulan! Gila banget. Padahal biasanya paling lama 1 bulan. Itu pun, pekerjaan freelance mengalir. Tapi, kali ini kenapa jadi berenti ya?

Meski begitu, aku tetap berdoa tak henti-henti walau kadang capek juga. "Selamat pagi Tuhan, Engkaulah sumber berkatku dan pokok pujianku hari ini. Engkau maha tau terhadap setiap langkah yang akan kuambil hari ini, setiap ide yang muncul di benakku dan setiap orang yang akan kutemui. Aku memerlukan kuasaMu hari ini, aku memerlukan kekuatanMu untuk menghadapi setiap masalahku. Anugerahkanlah padaku hati yang kuat dan mantap, roh yang tak pernah letih dan menyerah. Penuhi aku dengan diriMu sendiri supaya aku bisa melepaskan semua ketakutanku dan berdiri teguh sebagai hambaMu yang beruntung dan berhasil di setiap langkahku. Bayangan masa depan yang buruk di pikiranku sering membuat aku kuatir. Kalau aku ndak bisa mencegah kemungkinan-kemungkinan buruk itu muncul di benakku, aku tetpa bisa menyerahkan kekuatiranku di hadapanMu dan meminta campur tangan IlahiMu untuk menunjukkan kepadaku apa yang benar ketika aku hanya dapat melihat yang salah dalam segala hal yang aku kuatirkan. Aku bertekad melihat yang baik, jadi tolonglah aku agar tidak dibutakan oleh ketakutan, keraguan, keinginan dan gagasanku sendiri. Aku minta Engkau menyingkapkan kebenaranMu kepadaku dalam segala keadaan. Berkati aku dengan kemampuan untuk mengerti gambar keseluruhan yang lebih besar dan untuk membedakan antara yang berharga dan yang ndak penting. Ketika sesuatu tampak ndak beres, Allah Roh Kusus bantulah aku untuk ndak berburuk sangka. Mampukan aku untuk mengenali jawaban doaku. Aku percaya Engkau akan menolongku untuk melihat mujizatMu terjadi dalam setiap keadaan walau seburuk apa pun juga. Amin"

Dan, sampai dengan hari ini … saat aku dimaki sama pembantu kos aku karena aku belum bayar gajinya bulan lalu (padahal, dari awal aku udah nggak kerja; aku mau stop dia kerja. Tapi karena yang kos di tempat aku sekarang ini banyakan cowok, dia cuma nyuciin buat aku aja, aku juga ndak tega untuk memberhentikannya. Dan, berdasarkan hasil konseling aku dengan Pendeta Ronaldo, aku sudah memberhentikannya sejak awal bulan ini, cuma aku belum bisa bayar gajinya bulan lalu). Hebat ya, baru kali ini aku dimaki sama pembantu. Dan itu menyedihkan banget!

Kemarin aku minta tolong temanku pinjam uang. Dia jawab, "Ntar jam 5 ya ditransfer." Sampe jam 6 belum ada kabar. Waktu aku sms, dia jawab, "Sorry besok aja ya." Lalu, pagi tadi aku sms dan dia jawab, "Wah, sorry gw ga jadi bantu lo deh …"

Aku inget, 2 minggu lalu saat aku dapat door prize, voucher belanja carrefour dari XL; aku ndak lupa untuk berbagi sama dia. Menyedihkan. Tadi, aku berdoa, "Tuhan, bukan maksud aku mengungkat apa yang udah aku bagi sama dia. Selama ini, aku ndak lupa menyisihkan sebagian berkat aku untuk dia, karena dia temanku. Tapi kenapa saat aku perlu, dia selalu dan selalu begitu? Tuhan tolong ingetin aku ya, kalau aku ada berkat supaya aku ndak inget dia dan ndak bagi dia. Biar aku selalu mikirin diri aku sendiri, aku juga masih perlu."

Beberapa jam setelah berdoa, Tuhan menjawab doa itu (melalui seorang teman), "Kamu ndak usah bantu dia lagi kalau saat kamu susah dan kamu minta bantuan dia, dia ndak mau bantu dan kamu membatin tentang bantuanmu ke dia karena itu menyakitkan dan kamu bisa jadi benci orang itu."

Ya juga. Tapi, sekarang aku mau tanya ya Tuhan, ke mana sih Tuhan saat aku sedih? Mana buktinya kalau Tuhan mau menyediakan kebutuhan aku? Mana buktinya Tuhan peduli sama aku? Mana buktinya Tuhan pelihara aku?

Jika saat ini aku bilang, yang aku butuh uang dan uang itu akan buat aku selamat, Tuhan selalu jawab, "Yang kamu perlu Aku, bukan uang. Saat aku bukan pintu ndak ada 1 orang pun yang bisa tutup, saat aku tutup ndak ada yang bisa buka."

Lalu, apa yang harus aku lakukan? Aku udah minta, aku udah usaha, aku udah mencari, tapi semuanya GAGAL. Apa dosa aku begitu berat sehingga Tuhan membuat aku sesengsara ini? Apa benar Tuhan lagi ngutuk aku seperti kata penagih itu? Apa Tuhan mau aku melalui ancaman-ancaman yang mereka sampaikan? Kalau aku boleh memilih, aku pilih mati aja Tuhan. Aku ndak sanggup nanggung semuanya. Ndak ada juga kan yang aku tunggu? Ndak ada juga yang nunggu aku …

Sebenarnya aku ndak mau menantang Tuhan. Aku ndak mau buat Tuhan marah karena keluahan dan rengekan aku. Tapi, aku cuma mau tanya, di manakah Tuhan saat aku sedih? Mana buktinya kalau Tuhan mau menyediakan kebutuhan aku? Mana buktinya Tuhan peduli sama aku? Mana buktinya Tuhan pelihara aku?

Tapi kenapa sekarang Tuhan jadi ndak peduli sama aku? Kenapa Tuhan ndak menyediakan kebutuhan aku? Kenapa Tuhan ndak peduli sama aku? Kenapa Tuhan ndak pelihara aku?

Tuhan memang memberikan aku sedikit kebahagiaan dengan menghadirkan dia dalam hidup aku. Mungkin aku merasa ndak sendiri. Tak terbayangkan juga andai Tuhan tak pernah menghadirkan dia dalam hidup aku. Mungkin akan lebih menyedihkan lagi, mungkin aku lebih terpuruk lagi. Hari-hari belakangan, cuma dia yang perlu aku, dia yang butuh aku, ndak penting statusnya apa, tapi aku lebih merasa penting karena dia memerlukan aku. Tapi, kebagiaan yang Engkau kirimkan melalui dia, ndak bisa meng-cover kekuatiran, ketakutan, kegelisahan, kegalauan aku menghadapi hidup sekarang.

Aku mengundang mujizatMu, datanglah karena aku mengundang mujizatMu. Aku akan tetap berdoa, karena berdoa bukan kewajiban tapi hak asasi aku sebagai manusia untuk menikmati fasilitas kerajaan surga di bumi. Aku mengundang mujizatMu, aku ingin Engkau bekerja dalam tiap masalahku.

Mendengar Suara Tuhan

September 6th, 2007 by baikhati2

Bagi orang-orang yang "mandul" iman, jika ada orang yang bercerita mengenai suara Tuhan, biasanya cenderung ndak percaya. Dulu, waktu aku masih "mandul" iman, juga begitu. Sahabatku, Nani mungkin orang yang paling sering cerita kalau Tuhan sering bercakap-cakap dengannya. Dan saat itu, aku pikir dia mulai "gila".

Sekarang, saat iman sudah lebih bertumbuh dewasa, responnya udah beda. Rasanya setiap saat aku kepengin selalu bisa mendengarkan suaraNya yang begitu lembut.

Mungkin, kalah aku nggak berada dalam kondisi sulit seperti sekarang, ndak merasa hidup tanpa harapan dan ndak merasa kalau Tuhan itu jauh, aku ndak akan pernah tau cara mengundangNya untuk hadir dan berbicara denganku. Satu kali, dua kali, tiga kali, akhirnya aku memintaNya sesering mungkin untuk membuat aku lebih peka dan lebih senstif lagi untuk mendengarkan suaraNya.

Suara Tuhan itu begitu lembut. Mungkin karena saking lembutnya, kita malah jadi sering mengabaikannya. Memang ndak selamanya Tuhan berbicara langsung pada kita secara pribadi; ada kalanya Ia berbicara pada kita melalui ayat-ayat pada Kitab Suci, melalui sesama, melalui mimpi atau Ia memang mau berbicara langsung dalam hati kita.

Untuk bisa berkomunikasi dengan baik bersama Tuhan, kita wajib membina hubungan relasi dengan Tuhan.

Saat kita dalam kegagalan dan kelemahan, lalu kita berdoa mohon petunjukNya, kemudian ada dorongan dalam hati kita, "Yuk besok berbuat lebih baik lagi!"

Orang di dunia ini menyebut dorongan hati tadi dengan kata keyakinan, tapi aku menyebutnya suara Tuhan. Ia berbicara dalam hati kita.

Saat aku bisa mendengarka suaraNya, apa yang dilakukan selalu ndak pernah salah. Jadi, sekarang mau melakukan hal sekecil apa pun, aku ingin selalu minmta izin untuk mendengarkan suaraNya terlebih dahulu.

Semoga dengan begitu, hidupku berbuah karena aku dipenuhi dengan kekuatanNya sehingga dapat melakukan banyak hal yang melampaui akal manusia biasa. Kiranya Ia selalu menyempurnakan kekuaranganku sampai aku dapat sepenuhnya menjadi seorang pribadi yang Engkau harapkan.

Blessing in Disguise

September 6th, 2007 by baikhati2

Hm … Blessing in Disguise atau hikmah tersembunyi emang selalu ada di tiap masalah kita, asal kita bisa berpikir jernih dengan kepala dingin, baru deh kita sadar akan hikmah tersembunyi di balik kesusahan yang udah kita alami.

Harusnya, saat kita punya masalah, kita ndak boleh kuatir karena justru saat kita kuatir akan hadir bayangan masa depan yang buruk di pikiran kita. Lalu, kita akan merinci berbagai kemungkinan-kemungkinan buruk yang sebenarnya belum tentu terjadi. Ya, namanya juga manusia.

Jika masa sulit itu datang menghampiri, yang paling bener adalah kita menyerahkan kekuatiran kita padaNya dan memintaNya untuk ikut campur tangan dalam tiap masalah kita dan untuk memberitahu kita apa yang benar dan harus kita lakukan, soalnya saat kita terjepit, terpuruk, kita cuma bisa melihat banyak hal yang salah dalam hal yang kita kuatirkan.

Jika kita bertekad untuk melihat yang baik, minta petunjukNya agar kita ndak dibutakan oleh ketakutan, keraguan, keinginan gagasan kita sendiri. Mintalah Ia menyingkapkan keberanNya pada kita dalam segala keadaan.

Mohon juga berkat dan kemampuan untuk kita mengerti gambar keseluruhan yang lebih besar dan untuk membedakan antara yang beharga dan yang ndak penting.

Ketika sesuatu tampak ndak beres, aku selalu mohon bantuan Allah Roh Kusud untuk membantuku, untuk ndak berburuk sangka. Aku juga mohon untuk dapat mengenali setiap jawaban doaku. Aku percaya Engkau akan menolongku untuk melihat mujizatMu terjadi dalam tiap keadaan, walau seburuk apa pun juga.

-inspirasi dari Roma 8 : 28

Kebahagiaan

August 21st, 2007 by baikhati2

Kita nggak pernah bisa menciptakan kebahagiaan, karena kebahagiaan emang nggak pernah bisa kita ciptakan tapi kebahagiaan itu disiapkan Tuhan buat kita, tinggal kita menikmati aja!

May You be Blessed with All Things Good

August 16th, 2007 by baikhati2

May You be blessed with all things good. May your joys, like the stars at night, be too numerous to count. May your victories be more abundant than all the grains of sand
on all the beaches, on all the oceans, in all the world.

May lack and struggle only serve to make you stronger and may beauty order and abundance be your constant companions.

May every pathway you choose lead to that which is pure and good and lovely.

May every doubt and fear be replaced by a deep abiding trust as You behold evidence of a Higher Power all around You.

And when there is only darkness and the storms of life are closing in, may the light at the core of your being illuminate the world.

May You always be aware you are loved beyond measure and may you be willing to love unconditionally in return.

May You always feel protected and cradled in the arms of God, like the cherished child You are.

And when You are tempted to judge may You be reminded that we are all ONE
and that every thought You think reverberates across the universe, touching everyone and everything.

And when You are tempted to hold back, may You remember that love flows best when it flows freely and it is in giving that we receive the greatest gift.

May You always have music and laughter and may a rainbow follow every storm
May gladness wash away every disappointment, may joy dissolve every sorrow
and my love ease every pain.

May every wound bring wisdom and every trial bring triumph and with each passing day, may you live more abundantly than the day before.

May You be blessed and may others be blessed by You. This is my heartfelt wish for You.

May You be blessed.

Mujizat Cinta

August 14th, 2007 by baikhati2

Kadang kala mujizat cinta datang dengan cara yang misterius dari lubuk hati yang tersembunyi.

Tak seorang pun tahu, siapa yang dipilih Tuhan untuk mengirim mujizat cinta berikutnya.

Entah seekor merpati, gagak hitam atau barangkali seekor rajawali yang mengitari surga.

Mau Ngomong Aja Kok Susah?

August 8th, 2007 by baikhati2

Kemarin malam, aku menyempatkan diri
untuk berkunjung ke rumah Ayah. Wah, sepertinya penjagaan
berlapis-lapis banget ya. Dan, tetap nggak bisa ketemu. Aku cuma mau
ngomong sebentar, beri aku waktu untuk bicara.

Kalau aku nggak bisa bicara di telp
atau di sms atau minta waktu ketemu, lalu aku harus bicara di mana?

Ayah. Ya, aku dari kecil memanggilnya
Ayah. Ayah adalah kakak angkatnya mami aku. Jadi, mami aku itu anak
tunggal juga seperti aku. Saat mami aku masih kecil, nenek aku
mengadopsi anak cowok yang jadilah anak cowok itu abang angkatnya
mami aku. Karena sejak umur 3 tahun mami aku meninggal dunia, jadi
aku cuma punya Ayah dan Papi.

Sama Ayah lebih dekat karena memang
serumah, tapi sama Papi jauh karena cuma boleh ketemu seminggu sekali
sama nenek aku.

Saat mau masuk SMP, aku kehilangan Ayah
dan Papi. Ayah yang menikah dengan Tante Frida dan Papi yang nggak
lagi dapat ijin dari nenek aku untuk ketemu sama aku. Duh sedih
banget ya jadi aku ini.

Lalu, saat Papi juga pergi ke Surga,
aku bener-bener cuma punya Ayah, Papa (kakek aku) dan Mama (nenek
aku).

Emang dari sananya, Mama sekalu “ajaib”
seneng banget merusak hubungan orang lain, padahal udah tau juga kalo
membina hubungan baik dengan orang lain itu susah. Ampun … ampun,
untung aja aku nggak ikutan punya tabiat seperti itu. Amit-amit deh

Hubungan Mama dan Tante Frida, juga
makin buruk. Dan semua itu aku kena imbasnya. Saat aku perlu Ayah,
janjian udah seperti orang pacaran dan backstreet aja!

Sebenarnya, Ayah udah “pasang badan”
supaya Tante Frida bisa menerima kehadiran aku. Tapi, sakit hati dan
dendam Tante Frida sama Mama melebihi rasa kasihan sama aku, sehingga
sulit banget.

2 tahun lalu, saat Ayah dirawat di RS
Medistra, aku jenguk dan diusir. 2 bulan lalu, saat Ayah mencariku
dan kita ketemu, ampun sedih banget …. Tapi keadaan belum berubah,
jangankan ketemu, bicara pun sulit.

Andai adik-adikku (walau kalian nggak
pernah anggap aku kakak, aku tetap kakak kalian lah, meski bukan
kakak kandung) baca tulisan ini, tolong ya … sampein curhatan aku
ini sama Ayah aku dan sama Ibu kalian. Tolong ya Armando, Armanda,
Louise …

Aku cuma perlu waktu untuk bicara,
Ayah! Aku mau ngomong soal Mama. Aku udah nggak bisa lagi berbuat
apa-apa. Aku udah kehilangan tenaga, udah kecapekan buat menghadapi
Mama dan sekarang juga udah separuh nafas untuk mengcover semuanya.
Nggak bisa ya, saat aku buntu dan tanpa pengharapan spt ini Ayah bisa
bantuin aku, walau cuma dengerin aku curhat.

Di depan Mama, aku udah berusaha
semampu aku buat belain Ayah.Walau aku tahu itu juga sulit. Bukankah
Ayah juga ngerti hal ini? Harusnya ya …

Kembali dengan alasan, “Non, Tante
Frida nggak bisa terima kamu, sakit hatinya masih sulit dihapus.
Tolong kamu ngerti dia.”

Aku tau, aku ngerti, aku paham …

Tapi sampai kapan Tante Frida juga ikut
membenci aku? Gimana caranya aku bisa membuat Tante Frida “jatuh
cinta” sama aku kalau kesempatan itu nggak pernah ada?

Jangan cuma aku dong yang dipaksa untuk
selalu mengerti, selalu paham dan tau tentang keadaan kalian, tapi
tolong kalian juga bisa ngerti aku.

Buat Tante Frida, aku cuma mau bilang,
“Tante, saat kita mencintai seseorang, kita bukan hanya mencintai
orang tersebut dengan keadaannya sekarang, saat kita ketemu. Tapi,
kita juga harus paham tentang masa lalunya, ngerti tentang
kondisi-kondisi yang mungkin nggak ngenakin dan yang pasti harus
bijaksana. Itu yang aku harap dari Tante untuk aku. Lalu, sampai
kapan Tante mau benci sama aku? Apa sih salah aku sama Tante? Kalau
Tante benci sama Mama, ya Mama aja! Aku memang bagian dari Mama, tapi
aku bukan Mama. Apa yang harus aku lakuin, biar Tante mau nerima aku
ya, sebagai orang yang nggak penting dalam hidup Tante juga gpp, atau
sebagai anak manusia yang mau curhat tentang dirinya. Kalau Tante
nggak bisa juga membuka hati Tante buat aku, gpp juga. Tapi, aku cuma
mau bilang bahwa aku nggak pernah tuh benci sama Tante, aku selalu
berusaha mengerti dan menghargai Tante sebagai isteri Ayah, meski aku
tau, aku pun bukan anak kandungnya. Tante kan punya anak juga, apa
Tante nggak bisa sedikit aja berempati dengan perasaanku, gimana
kalau 1 saat anak-anak Tante mengalami nasib seperti aku?”

Aku ngerti, mungkin apa yang aku mau
nggak mungkin dilakukan Tante Frida; tapi tolong, aku butuh waktu
bicara dengan Ayah. Bisa kan, kita menyingkirkan ego masing-masing
demi kebaikan orang lain?

Andai aku boleh milih, aku nggak mau
tuh milih dilahirkan di keluarga ini. Tapi sayangnya, Tuhan nggak
pernah tanya sama aku, “Lady, kamu mau dilahirkan di kleuarga
mana?”

Tapi, ini pelajaran berharga kok buat
aku, andai 1 saat nanti aku menikah; mudah-mudahan aku bisa menerima
segala keajaiban, segala kondisi dari suami aku; baik di masa aku
menjadi bagian dari hidupnya, masa lalu dan masa yang akan datang.

Ayah, aku mau bicara, sebentar saja …

Tante Frida, andai aku punya salah
maafin ya, beri aku kesempatan untuk bisa menyentuh hati Tante.

Armanda, aku baru sekali liat kamu
kemarin malam, “Kamu cantik, Dik!”

Kemarin (8/7) Hidup Gw Nyaris Berenti

July 9th, 2007 by baikhati2

Sebenernya udah dari Jum’at (6/7) gw merasa hidup gw nyaris
berenti. Tapi, gw masih bisa bertahan sampe Minggu (8/7).

Minggu pagi gw udah nggak tahan banget, semua badan gw udah remuk
redam dan dah capek nangis. Pas itu terjadi, gw nggak bisa ngomong
apa-apa. Yang ada cuma bisa nangis doang. Gila! Bosen banget gw sama
hidup gw yang kayak gini. Dari Pkl. 11.00 WIB-an, gw mulai berasa
"gila". Bengong melulu.

Pkl. 13.46 WIB, HP gw bunyi. Joe telp. Sebenernya lagi males
ngomong, tapi ya nggak mungkin juga nggak gw angkat. Waduh, mana Joe
bawel lagi. Gw nggak semangat banget. Tapi, gw bilang aja, "Maaf
ya Joe, aku lagi sedih."

Dah gitu, Joe bilang, "Ya, sedih kenapa? Curhat dong! Kalo
nggak bisa ngomong, SMS aja! Jangan lupa ke gereja ya, trus bersuka
cita ya! Aku lagi makan siang trus mau ke gereja. Kalad, ntar
kapan-kapan ke gereja bareng ya."

Gw cuma bilang, "Ya, makasih ya telp na."

Begitu telp ditutup, gw langsung sms Joe, "Hehe … Bukan
ndak seneng ditelp ma Joe, tapi aku lagi cedih. Ya udah, Jojo na
celemat makan ciang, tetap cemangat dan ceria, kalo lagi di jalan,
titidj. Jesus Bless U."

Trus gw mikir, huh gimana mau bersuka cita? Joe nggak tau aja, gw
lagi ngab. Perasaan gw mati banget … Pucing … Dan, nangis lagi

Menjelang Pkl. 16.00 WIB, gw males banget untuk siap-siap ke
gereja. Trus gw inget, pesan na Joe tadi, jangan lupa ke gereja. "Ya
deh, ke gereja, siapa tahu lebih lega," gitu pikir gw.

Dan akhirnya gw ke gereja yang jam 6 sore aja!

Dalam perjalanan, gw masih bengong dan sedih banget. Huh! Perasaan
gw tuh bener-bener kacau banget. Kepala gw berat dan mata gw bengep
karena nangis dah 3 hari.

Sampe di gereja, tempat duduk gw yang biasa dah penuh. Terpaksa gw
duduk di tempat lain. Tiap lagu yang dinyanyiin serasa menyindir gw.
Saat Pendeta Ronaldo berkhotbah pun, gw merasa tersindir dan nangis.
Sampe gw malu sama sebelah gw. Tapi, cuek ah, nggak kenal ini …

Usai gereja, gw duduk manis di depan pintu. Pendeta Ronaldo begitu
liat gw langsung melambaikan tangan. Nggak lama, Pendeta Ronaldo
menghampiri gw. "Wah, ada apa niy Lady nangis?" katanya.
"Khotbahnya Bapak nyindir aku niy," kata gw.

"Maaf ya Lady, nggak maksud hati saya lho!" kata Pendeta
Ronaldo. "Gpp Pak, aku lagi sedih banget niy Pak. Dah dari hari
Jum’at aku stress banget dan tadi pagi aku sampe harus ************.
Aku bingung banget deh Pak. Aku merasa hidup aku berenti. Tadi aku
hampir nggak ke gereja lho Pak, tapi aku inget sama pesennya Joe,
akhirnya berangkat walau jadi ikut yang jam 6," kata gw.

"Ya sudah, saya doakan ya Lady," kata Pak Ronaldo yang
sabarnya minta ampun sama gw selama ini.

Tapi bener, bukan sulap bukan sihir, sumpah deh … Selesai
berdoa, gw jawab doa yang diucapkan Pendeta Ronaldo dengan AMIN. Gw
ngobrol sebentar dan keluar dari gereja …, seketika itu juga gw
merasa beban gw 1/2 terangkat. Puji Tuhan, gw udah lebih lega meski
kepala gw masih berat dan tersisa sedih.

Gw langsung pulang. Sampe di kosan, gw sms Joe gw bilang, "Ciluk
baa …, celamat malam, Joe lagi apa? Huaah … sebel, kepalaku berat
banget, mata na juga  bengeb karena nangis mlulu. Da 3 hari rasa
na hidup aku nyaris berenti! Pa lagi tadi pagi, jadi pas tadi ciang
Jojo na lilipun tuh aku abis nangis jadi ndak cemangat deh! Tapi
lilipun na Joe memberi sedikit "energi" kok! ;) Makasiy yaa
… Barusan pulang gereja dah didoain sama Pendeta Ronaldo dan Puji
Tuhan  sekarang dah lebih lega. Jojo na tetap cemangat ya. Kalo
lagi di jalan, titidj. Jangan bobo kemaleman yaa … Jesus Bless U."

Selesai itu, gw berdoa trus bobo.

Pkl. 05.00 WIB gw kebangun dan gw mau kirim sms buat Joe lagi mo
ngingetin tanya jadwal taping. Rencananya, sms itu mau gw kirim Pkl.
09.00 WIB. Trus gw bobo lagi.

Tapi ternyata, akhirnya gw bangun lebih cepat juga, gara-gara sms.
Dan, sms dari Joe lagi. Hehe … Jojo na dah bangun padahal masih
pagi … :)

"Gimana, masih sedih ya? Kalo bisa jangan kelamaan sedihnya
karena itu salah satu tanda tidak bersyukur kita pada Tuhan Yesus.
******************** Selamat beraktivitas, Kalad. GBU"

Selesai baca sms itu, gw mikir lama banget. Aduh, gw udah lebih
baik nggak ya? Aduh, iya kok gw jadi bego begini? Aduh, gawat
bisa-bisa hidup gw berenti beneran lagi …

Setelah bengong cukup lama, gw berdoa. Selesai berdoa, gw merasa
lebih baik. Pertama ada energi dari Si 703, kedua dapat energi luar
biasa dari doa gw.

Aduh, kemarin gw bodoh banget ya? Padahal dengan apa yang gw lalui
di hari ini yang semua lebih baik harusnya dari kemarin juga gw kudu
yakin kalo Tuhan sayang banget sama gw.

Tapi, ada 1 hal yang tetap buat gw sedih. Apa yang terjadi
kemarin, yang sampai akhirnya gw lepas itu gw merasa itu pemberian
Tuhan buat gw, gw sayangnya minta ampun sama barang itu tapi gw nggak
bisa mempertahankannya. Tapi emang nggak ada pilihannya. Nggak ngerti

Jojo na, makasiy yaa …
Tuhan terima kasih yaa …

Hidup “Hitam Putih” Gw Kembali Lagi …

July 8th, 2007 by baikhati2

Udah 2 hari ini, gw merasa hidup gw berenti. Gw merasa nggak
berpengharapan. Dari kemarin kerjaan gw cuma nangis aja … Dan hari
ini, hidup "hitam putih" gw kembali dimulai.

Tuhan, aku bosen sama hidup aku. Aku capek. Kapan ya semua ini berakhir?

Aku beneran sedih banget sama kejadian hari ini. Aku musti gimana ya
Tuhan? Aku beneran bingung banget. Tuhan kasih aku semangat ya, biar
aku bisa bersuka cita dan hidup aku jadi full color lagi.