Glancingly of Love

Jatuh cinta berjuta rasanya … Itulah kutipan lagu karya Titiek Puspa
yang dinyanyikan ulang dengan gaya kocak oleh kelompok Project Pop.

Bicara cinta mungkin mudah. Semua orang pernah merasakan yang namanya cinta, tapi sebenarnya cinta itu apa sih?

RANAH CINTA

Ranah cinta terbagi 2; yaitu cinta
yang bersifat emosional dan rasional. Kedua ranah cinta tersebut tidak
ada yang lebih baik; tapi harus saling melengkapi dan saling
menyempurnakan.

CINTA EMOSINAL

Cinta pada ranah ini adalah cinta yang misterius, datang
dan pergi bagai angin, tak dapat dipastikan. Ciri cinta emosional
adalah adanya perasaan yang amat kuat/intens/passion.

Passion
ini amat kuat sehingga kita yang sedang jatuh cinta seolah dikuasi oleh
cinta yang ada di hati dan pikiran kita hanya ada orang yang kita
cintai saja, sebagian besar waktu dan energi kita gunakan untuk
memikirkan sang kekasih.

Dalam cinta emosional ini, kita juga cendrung egois! Sang
kekasih ada dalam pikiran kita sejauh sang kekasih menyenangkan kita,
sejauh gambaran diri sang kekasih seperti yang kita idam-idamkan,
sejauh perilakunya sesuai dengan yang kita harapkan.

Jadi, saat sang kekasih tak seperti yang kita harapkan, perilakunya berbeda dengan yang kita mau, cinta kita akan luntur.

Selain
itu, cinta emosional tak berpijak pada fakta karena saat kita
mengalaminya, kita akan penuh dengan angan-angan yang amat romantis.

Musuh cinta emosional adalah rutinitas. Setelah kita
mengetahui banyak hal tentang sang kekasih, kita jadi tak tertantang
lagi. Selain itu, aktivitas rutin yang diulang-ulang dengan cara yang
sama, serasa tak menarik lagi. Jika rutinitas melanda; cinta kita akan
luntur.

Cinta emosional biasa diwujudkan dengan sentuhan fisik
(berpegangan tanga, berpelukan, berciuman) sehingga cinta ini lebih
diarahkan pada lawan jenis dan bersifat ekslusif, tidak mendua.

CINTA RASIONAL

Cinta rasional adalah cinta pelengkap dari cinta emosional. Cinta ini tak didominasi oleh passion tapi oleh akal, rasio.

Cinta rasional terwujud dalam tindakan yang disadari sepenuhnya, bukan cuma perasaan saja!

Cinta rasional ada 4 unsur; yaitu :

CARE > Jika kita
mencintai seseorang, kita wajib menaruh perhatian serius pada kehidupan
dan perkembangan pribadi serta kesejahteraan psikisnya.

RESPONSIBILITY
> Dalam mencintai seseorang ada tanggung jawab; kita harus
responsible terhadap kesejahteraan dan kebahagiaannya tapi bukan dalam
arti kesejahteraan dan kebahagiaannya ada di tangan kita. Sebagai
contoh, misalnya orang yang kita cintai butuh bantuan psikologis;
paling tidak kita punya telinga untuk mendengarkan keluhannya dan
sebisa mungkin memberikan jalan keluar untuk masalahnya. Atau contoh
lain, dalam cinta ada tanggung jawab; makan berdua tak semurah makan
sendiri atau mengambil keputusan 2 orang tak semudah kita mengambil
keputusan sendiri. Agar responsibility kita tak jatuh menjadi dominasi,
harus ada unsur lain, yaitu :

RESPECT > Rasa hormat pada orang yang kita cintai.
Menghormati di sini bukan agar kita menyembah orang yang kita cintai
seperti raja/ratu, tapi kita harus bisa melihat/memandang orang yang
kita cintai itu apa adanya.

Dengan menerima orang yang kita cintai apa adanya, dengan
segala kelebihan dan kekurangannya, kita tak akan menuntut orang yang
kita cintai punya kepribadian/perilaku sesuai dengan yang kita maui.

Dalam
mencintai seseorang kita harus ingat bahwa ia berada di dunia ini, tak
untuk hidup sesuai dengan harapan kita; kita pun berada di dunia ini
bukan untuk hidup sesuai dengan harapan sang kekasih.

Mencintai seseorang harus independensi, merdeka dan mandiri.
Pribadi-pribadi yang mencintai harus seperti ini. Pribadi yang saling
mencintai tak boleh lemah dan menggantungkan hidupnya satu sala lain,
karena pribadi yang saling mencintai bukan seperti benalu.

Hal ini penting diterapkan, apalagi jika hubungan berlanjut
sampai ke jenjang pernikahan. Pribadi yang saling mencintai haruslah
saling membantu, saling menolong dan saling mendukung.

Dengan demikian, hubungan cinta jadi sehat dan saling membangun. Selain itu dalam cinta rasional harus ada :

KNOWLEDGE > Pengetahuan tentang kepribadian, latar belakang
yang membentuknya serta kecendrungannya sangat penting. Di sini kita
pun harus sadar bahwa pribadi orang yang kita cintai selalu berkembang.
Jika kita tak memiliki pengetahuan yang baik, kita tak akan dapat
mencintai sang kekasih dengan sepenuhnya.

Cinta emosional dan rasional harus berdampingan. Tapi hal ini
memang tak mudah. Maka yang perlu kita lakukan adalah bisa menerapkan
keduanya sehingga kita jauh dari rasa egoisme, dapat menyadari bahwa
kebahagiaan kita harus dirasakan oleh sang kekasih juga dan kemudian
kita dapat mencintai pasangan dengan cinta yang nyaris sempurna.

Pada dasarnya, cinta rasional dapat diberikan kepada siapa
saja, terutama pada keluarga/teman/sabahat. Tapi, kita harus realistis
karena kita tak mungkin mencintai seseorang secara sembarangan tanpa
dasar apa pun. Kita harus bisa memilih sejauh apa dan kepada siapa kita
menyatakan cinta kita.

Ciri utama cinta rasional adalah memberi tanpa syarat. Dalam
mencintai sang kekasih, kita tak boleh mengenal istilah TAKE &
GIVE. Karena, istilah ini hanya dikenal dalam dunia bisnis.

Di jaman ini, banyak sekali pribadi-pribadi yang mencintai tapi
berpikir tentang take and give. KIta harus menyadari bahwa take and
give hanya dapat diterapkan dalam marketing character, kita beri uang,
ia beri barang. Dalam mencintai sang kekasih, kita tak boleh memikirkan
untung rugi.

Cinta harus memberi tanpa syarat, gratis!

Mungkin kita jadi bertanya, kalau kita memberi sang kekasih hadiah;
lalu apa yang kita dapat kalau kita tak boleh mengharapkan imbal balik
dari pemberiannya? Saat kita memberi hadiah pada sang kekasih, tentu
kita memperhatikan ekspresinya. Jika ia amat bahagia dan gembira
menerima hadiah dari kita, itulah yang kita terima. Kebahagiaan dan
kegembiraan yang ia pancarkan melalui wajah dan bahasa tubuhnya akan
membuat kita merasa kuat, kaya dan bahagia. Dalam memberi kita akan
menikmati kemampuan tertinggi sebagai seorang pribadi.

Atau dapat dicontohkan lain, jika sang kekasih adalah orang yang rapuh,
tidak percaya diri; sebagai kekasihnya, kita wajib membantu ia
melampaui keterbatasannya. Kita harus mengajak ia terbang tinggi. Saat
ia sukses, kita akan jadi orang pertama yang bahagia, bangga dan
memberinya ucapan selamat.

Hal-hal semacam ini tak dapat ternilai oleh uang.

Leave a Reply