Archive for September, 2007

Gokiiiiil, Gw Jatuh Cinta Beneran Yaa?

Friday, September 28th, 2007

Tadi itu gw ketemu sama klien gw. Entah kenapa, mendadak klien gw itu nanya2
soal dia. Dari gw masih mau kasiy senyum manis ke klien gw, sampe gw menatap
klien gw pake ujung mata dan pastina galak banget.

Itu semua karena klien
gw ngomongin dia yang ndak2. Gw merasa perlu membelanya, gw merasa harus
ngejagain dia. Huaaaaaah "tanduk" di kepala gw langsung ada sejuta rasanya.

Saat gw ketemu sama klien gw itu, dari gw ngomong sopan sampe gw marah
karena gw BT. Terakhir, klien gw nanya, "Lu pacaran ma dia ya? Kok kayaknya lu
ngebelain dia banget siy? Eh, kenalin gw dong sama dia!"

"Anjriiiiiit
…" teriak gw dalam hati.

"Wah, ketauan ya kalo gw demen ma dia?" Hu hu
… Tapi aku sebel sama klienku itu.

Rasanya, gw pengin langsung ketemu
dia dan ceritain semua, tapi ndak mungkin. Dia lagi ke gereja. Tapi gimana cara
mengusir tanduk2 di kepala gw ya?

Seperti biasa, saat BT, gw jalan kaki
jauuuh banget, sampe capek baru deh gw pulang. Sampe di kosan, gw sms dia. Gw
bilang kalo gw abis marah karena ada orang jahat sama dia.

Setelah gw
bilang, gw baru inget kalo gw pernah janji; apa pun yang gw denger tentang dia,
gw ndak akan bilang sama dia. Aduh, tapi tadi udah terlanjur ngomong abis marah
sama orang yang jahat ma dia.

Dan seperti biasa, waktu dia telp dan gw
ndak mau cerita, dia merajuk sambil ngancem mau ngilang! Ah tiiiiiiiiddaaaak …
Gw ndak mau dia ngilang …! Bisa mati rasanya tak ada dia dalam hidup gw karena
di saat2 sulit ini, Tuhan memberi kebahagiaan dengan menghadirkan dia masuk
dalam hidup gw lebih dekat dan semakin dekat.

Waktu gw ceritain, seperti
biasa juga dia langsung ngedumel pake Bahasa Inggris yang cepet banget!

Setelah telp ditutup, gw mandi dan berdoa. Usai itu gw sms dia, minta
maaf karena gw jadi ngerasa ndak enak sama dia. Gw juga jelasin tadi gw marah
sama klien gw itu karena gw ngerasa dia ndak gitu. Dan gw juga ingetin dia
supaya dia lebih ati2 karena yang iri sama dia banyak. Gw bilang, "Tetap rendah hati, kerja yang baik dengan hati supaya hasilnya
bagus dan orang tetap "melirik" kamu untuk dikasiy kerjaan lagi, lagi, lagi.
Biar "dunia" tau kalau kamu eksis karena kamu kerjanya bagus. Aku berharap dan
doain juga dengan "kulit baru" melalui *** yang di ******* ******* dari waktu ke
waktu, pikiran2 buruk orang tentang kamu yang ndak2 akan terkikis. Setelah usai
********* yang waktu itu dan kamu da janji sama ku untuk ndak gitu lagi, aku
doain biar kamu dapat yang lebih baik. Dan aku senang waktu liat kamu di *******
******* yang pertama, karena di situ kamu bener2 beda dari kamu yang sebelumnya.
Aku memang ndak tau kamu 100% (karena yang tau diri kamu beneran ya cuma kamu
sendiri dan Tuhan). Tapi, aku punya mata hati dan bisa merasa kok kamu ndak
seburuk yang orang omongin. Mungkin susah jadi orang ****** di antara orang
‘*****’ karena semua orang akan bercermin dan menggeneralisasi. Tapi aku harap,
kamu selalu bisa jadi orang waras meski dikelilingi oleh wong edan. Jangan BT
ya, aku kan cuma bisa ngingetin. Aku sediy banget dan kali ini lebih sediy dari
yang dulu. Kalau pun aku ingin ada perubahan dari kamu, bukan karena aku mau
ngerubah kamu seinginku, tapi semua buat kamu juga. Dan apa pun kata mereka,
kamu tetap kamu yang aku kenal; yang cakep, yang lucu, yang ******nya ******,
yang baik, yang nyebelin (karena suka ngilang), yang ndak bosen dengerin masukan
aku, yang tayank sama mamanya dan sayang sama Tuhan Yesus. Jangan sebel, jangan
BT dan jangan marah. Semoga besok pas bangun semua hal yang nyebelin udah pergi
dan ndak balik lagi. Celamat bobo, yang lelap ya. Lolyp nya kutunggu ya ;), tapi
kamu nyarinya pas ndak cibuk. Sedapetnya aja! GBU."

Malam
ini gw jadi sadar, gw beneran jatuh cinta sama dia ya? Gokiiiil …! Emang masiy
pantes ya gw jatuh cinta? Tapi cinta emang buat gw bertahan hidup sampe hari
ini, mungkin saat terhimpit beban berat seperti saat ini, kalau Tuhan ndak
pernah mempertemukan gw sama dia, gw udah milih mati dari kemarin.

Gw
sadar banget kalo tanda-tanda gw emang jatuh cinta udah banyak banget


"Andai ada yang mampu melebihi rinduku
padamu, aku akan mundur malu dan menghilang dari jiwamu. Aku tahu mungkin engkau
letih dan makan hati demi selalu memahamiku yang "sulit" ini. Tapi percayalah,
aku mencintaimu meski dengan caraku sendiri …"

Janganlah Engkau Berdiam Melihat Air Mataku

Tuesday, September 25th, 2007

Bapaku
di Surga, banyak banget ya masalah yang aku ndak ngerti. Tapi satu
masalah yang aku simpan dalam hati bahwa Engkau mengerti. Banyak
kehendak bebasku membuat aku memilih jalan yang menuruti hatiku
sendiri, tanpa kuketahui ujungnya berakhir pada maut.

Engkau mengetahui semua masalahku, ketakutanku, kekuatiranku, karena
itu aku membutuhkan anugerahMu agar aku dapat menghadapi semua melebihi
kekuatanku dan kini aku mendekat kepadaMu, mengundang mujizatMu.

Engkaulah yang menentukan hidup dan matiku. Aku tahu ketika aku
menaruh percayaku kepadaMu, maka Engkau menjadi perisaiku dan aku tidak
mau takut akan apa yang dapat dilakukan orang kepadaku.

Ingatkan aku selalu bahwa tidak ada yang dapat terjadi hari ini di
mana Engkau dan aku tidak dapat mengatasinya bersama. Aku memang lemah
dan hanya dapat menanggung sebagian kecil beban, tapi Engkau yang akan
menanggung bagian yang berat itu pada akhirnya.

Tuhan, peganglah tanganku dalam genggamanMu. Mari temani aku
berjalan melewati hari-hari. Engkau memiliki kehendakku dan aku
memiliki kuasaMu. Hari ini akan menjadi hari yang besar bila kuhadapi
bukan dengan kekuatiran.

Seringkali aku membakar energi dalam jiwa dan tubuhku dari yang
semestinya, ketika aku berusaha melewati hari ini dengan kekuatiranku
sendiri. Hal ini membuat aku stress. Bila hal ini terjadi rohMu
mengingatkan aku kembali bahwa ketegangan tak pernah membawaku ke
mana-mana, kecuali ke masalah yang lebih dalam lagi.

Tuhan, anugerahkanlah kepadaku hati yang kuat dan mantab serta roh
yang tak pernah letih dan menyerah. Penuhi aku dengan diriMu sendiri
supaya aku dapat melepaskan semua ketakutanku dan berdiri teguh sebagai
hambaMu yang berhasil dan beruntung di setiap langkahku …

Aku percaya bahwa baptisanMu membawa kuasa roh kudusMu. Aku
memerlukan kuasaMu hari ini, aku memerlukan kekuatanMu untuk menghadapi
setiap masalahku.

Berilah roh kudusMu padaku. Aku ingin mengalami kepenuhan roh
kudusMu terus menerus. Aku ingin roh yang membangkitkan semangatku.
Untuk itu aku percaya kepadaMu lebih dari sebelumnya, berserah kepadaMu
lebih dari yang kupernah. Tuhan, tolonglah aku mengerti pentingnya dan
kebaikannya dari menuruti kehendakMu, lebih daripada jalanku sendiri.
Saat ini aku mau menguatkan kepercayaanku bahwa Engkau selalu
memberikan yang terbaik pada orang yang menyerahkan kehendak bebasnya
pada kepadaMu. Berilah aku hikmadMu agar aku tak lagi membuang energiku
untuk melihat hal yang sia-sia seperti sedang menjala angin semata.

Tuhan, ijinkan aku mengambil kuasaMu dengan iman untuk menghadapi
tiap perkara di depanku. BersamaMu tiada yang mustahil. Jika aku
lelah,hembuskanlah damai, kelegaan dan ketenanganMu dalam jiwaku yang
tidak pernah istirahat sehingga letih, lesu dan berbeban berat.

Aku sadar bahwa hatiku selalu berubah dan harus terus menerus
dirawat. Kasihku bisa menjadi dingin, hatiku bisa menjadi tawar,
hidupku bisa kekurangan tenaga yang pernah kau berikan untuk kumiliki.
Aku menyesali pertumbuhanku yang lalai.

Proses kelahiran baru hanya terjadi sekali saat aku percaya kepadaMu
tetapi pertobatan adalah proses terus-menerus untuk membersihkan
seluruh segi kehidupanku dari kecemaran dosa. Kini, aku masih akan
melawati masa pentahiranMu yang terasa berat dan pahit.

Memang aku masih harus banyak merubah hatiku yang lama menjadi hati
yang baru, karakter yang usang menjadi karakter yang "didandani". Aku
masih harus belajar merubah pola berpikir, aku masih harus merelakan
hatiku diubah, dibentuk dan diajar olehMu, aku masih harus belajar
disiplin untuk meluangkan waktu bersamaMu agar semakin peka untuk
mendengar suaraMu dan aku harus tetap berada dalam lingkungan yang
baik. Mungkin proses ini masih panjang, masih butuh waktu. Meski
demikian, dalam keadaan yang pahit ini, hendaknya Engkau tetap
bersamaku, Tuhan; berdoa syafaat bagi masalahku dan jangan Engkau
meninggalkan aku.

Berada dalam situasi sulit dan tidak menyenangkan seperti saat ini,
pikiranku buntu dan pandanganku kabur. Ikatan-ikatan buruk selama ini
bukannya menolongku tapi justru memperburuk keadaanku. Ampuni aku jika
selama ini aku telah gagal mengenali tangan kebaikanMu dan berkatMu.
Tuhan, tolong aku agar aku dapat lepas dari segala masalah ini,
lepaskan aku dari kesalahan-kesalahan di masa lalu. Aku berharap dalam
situasi yang paling sulit dalam hidupku seperti saat ini, aku tahu
Engkau memegang kendali dan pasti mengubah segala sesuatunya  menjadi
baik pada akhirnya. Walau Engkau masih mau menghajar aku, tapi …
dengarlah doaku Tuhan. Berilah telingaMu pada teriakku, minta tolong.
Janganlah Engkau berdiam melihat air mataku …

Untuk Kesekian Kalinya Aku Kecewa …

Sunday, September 16th, 2007

Ndak tau kenapa ya, aku itu selalu
ingin berbagi sama temanku itu. Dalam keadaan apa pun. Meski
pertemanannya juga udah hampir berujung musuh tetap aja aku ndak bisa
cuek tapi dia emang ndak pernah peduli sama aku.

Kemarin
kejadian lagi. Saat aku dapat berkat berupa voucher belanja
carrefour, aku masih inget tuh untuk berbagi sama dia. Tapi saat aku
susah dan minta bantuan, dia bilang ya dan akhirnya bilang ndak. Ndak
tau lah …

Rasanya capek juga ya merasa diperlakukan ndak
adil seperti itu. Tapi, mulai hari ini aku mau lebih cinta pada
diriku sendiri aja! Toh saat aku susah dan dalam keadaan terjepit dia
ndak peduli …

Ini bukan masalah rela atau ndak, tapi aku
juga capek kalau tiap ada masalah ya ini lagi, ini lagi. Aku sih ndak
bermaksud mengungkat apa yang udah aku kasih ke dia, tapi kenapa sih
aku selalu harus berbuat banyak sementara aku ndak dapat banyak. Dan
kenapa sih selalu aku ada berkat selalu aku harus ingat dia,
sementara saat dia punya berkat boro-boro dia ingat sama aku?

Jadi,
aku mohon Tuhan, tolong bantu aku ya, jika satu saat nanti aku dapat
berkat lebih ingatkan aku untuk selalu mengekspresikan ucapan
syukurku atas berkatMu dalam pujian dan kegembiraan yang luar biasa.
Dan ingatkan aku untuk lebih memikirkan diriku sendiri atau jika
memang Tuhan masih ingin aku membantu dia, ajarkan aku cara yang
bahkan tangan kiriku tak tau saat tangan kananku membantu dia. Terima
kasih Tuhan.

Makasiy Buat Tuhan, Pdt Anthony Chang, Ayah & Tante Emi

Sunday, September 16th, 2007

Hari ini mungkin ndak akan jadi hari yang indah. Bangun tidur seperti biasa
aku berdoa yang itu-itu lagi, yang sama seperti hari kemarin. Cuma, sejak
semalam sebelum aku tidur, aku tambah doaku dengan pertanyaan, "Di manakah Tuhan saat aku sedih? Mana
buktinya kalau Tuhan mau menyediakan kebutuhan aku? Mana buktinya Tuhan peduli
sama aku? Mana buktinya Tuhan pelihara aku?
"
Namun dengan
nada yang biasa aja.

Dari Pkl. 10.30 - 14.30 WIB sambil tidur-tiduran yang akhirnya ketiduran
beneran, isinya cuma sms-an sama Pendy dari GBI Betlehem dan dia aja.

Ndak tau, bawaannya kok ngantuk banget ya? Kebetulan aku puasa 1 kali makan
kenyang dan berniat untuk ndak keluar kos sampe menjelang maghrib.

Pkl. 15.30 WIB ada sms dari Pdt. Ronaldo, "Shallom Lady, gimana ke gereja
hari ini? GBU" Aku balas, "Mau banget Pak, tapi uangku ndak cukup buat ongkos ke
gereja. Dari kemarin belum ada berkat. Maaf ya Pak, bukan ndak mau lho … emang
uangnya ndak cukup.GBU" Pdt. Ronaldo balas, "Ok, ndak apa, saya doakan kamu ya.
GBU"

Setelah aku kirim sms itu, aku keluar kamar. Mau apa ndak ngerti juga. Di
depan ada Tante Emi yang punya warung pempek itu. "Ndak pergi Lad? Udah kerja?"
tanya Tante Emi. "Ndak tante, belum niy makanya BT banget, udah 5 bulan lho aku
nganggur," jawab aku. "Aku kasihan sama kamu. Apa kamu ndak bisa pulang ke rumah
orang tua?" tanyanya lagi. "Ya tante, kalo aku punya orang tua udah pulang dari
kemarin, kan dari dulu juga aku udah bilang aku itu yatim piatu, cuma punya
nenek yang sakit-sakitan. Mau pulang ke sana juga ndak mungkin, rumahnya kan
udah ndak layak huni," jawab aku.

AKhirnya kita ngobrol sampe aku nangis-nangis. Tante Emi tanya, "Kamu ndak ke
gereja? Aku sih udah pulang 1 jam lalu." Aku jawab, "Mau banget Tante, tapi
uangku ndak cukup buat ongkos." Ya ampun, sedih banget deh waktu aku ngomong
begitu. Gila banget ya, sampe ongkos buat ke gereja aja ndak ada … :((

"Ya udah, kamu mandi sana. Nanti aku kasih uang untuk ongkos ke gereja dan
kamu makan hari ini," kata Tante Emi. "Makasih ya Tante, aku mandi dulu," jawab
aku.

Aku balik ke kamar dan aku sms Pdt. Ronaldo, "Pak, aku ke gereja jam 6 ya.
Aku dikasih uang sama tetangga kos aku. Makasih Pak. GBU."

Selesai mandi, aku ketemu Tante Emi di depan. Dikasih ongkos 25 rb. "Ini buat
ongkos kamu ke gereja dan makan hari ini. Ini buat kamu, ndak usah pinjam ya.
Jangan lupa makan ya Lady." Aku jawab, "Terima kasih ya Tante, makasih."

Menuju ke luar gerbang kosan aku, aku bilang dalam hati, "Tuhan makasiy ya.
Paling ndak aku bisa ke gereja."

Waktu jalan menuju ke stasiun, ada sms lagi. Nomor tak dikenal itu,
mengirimkan sms, "Non, maaf Ayah baru balas sms kamu. Ayah bingung harus gimana.
Kamu tau kan, bicara sama Tante kamu susah banget. Awalnya Ayah pikir kamu
bercanda minta bayarin kos. Tapi, seminggu ini, tiap Ayah berdoa, Tuhan selalu
suruh Ayah untuk kirim uang untuk kamu bayar kos. Tadi Ayah udah kirim. Kamu cek
ya Non. Ini no baru Ayah. Jesus Bless U, Non."

Hah? Dari Ayah. Ya ampun … aku kaget banget. Soalnya dari awal bulan aku
sms Ayah untuk minta uang kos tapi ndak dibales. Aku tau, pasti Ayah juga
bingung kalau mau menyisihkan uang untuk aku.

Tuhan terima kasiy ya. Aku ndak tau juga musti bilang apa. Baru semalam aku
sibuk berdoa "Di manakah Tuhan
saat aku sedih? Mana buktinya kalau Tuhan mau menyediakan kebutuhan aku? Mana
buktinya Tuhan peduli sama aku? Mana buktinya Tuhan pelihara aku?
"
Hari ini Tuhan mengirimkan 2 berkat melalui Ayah dan Tante
Emi. Meski cukup untuk bayar kos dan ongkos ke gereja, tapi udah ada yang
selesai.

Tuhan, aku bener-bener kepengin pulang ke tempat di mana aku bisa
terlindungi. Tapi di mana ya? Aku iri sama teman-teman lain yang bisa pulang,
tidur tanpa dia mikir bayar sewa untuk tempat tidur dan bisa makan kenyang tanpa
dia mikir juga uang untuk beli makanan itu.

Sesampainya di gereja, seperti biasa aku berdoa, "Tuhan terima kasih aku sudah tiba di rumahMu berkumpul bersama
saudara seiman. Terima kasih aku telah Engkau layakkan untuk datang menghadap
hadiratMu dan diijinkan beribadah kepadaMu.
"


Tepat Pkl. 18.00 WIB,
ibadah dimulai. Di awal aja aku udah nangis. Pas masuk  firman Tuhan, lebih
nangis lagi. Aduh, kenapa ya, tiap aku "bermasalah", khotbahnya selalu nyindir
aku?

Kelar gereja, seperti biasa aku nemuin Pdt. Anthony Chang. Belum aku sapa,
Beliau udah nyapa duluan, "Wah, Si Baikhati kok sedih? Ada apa?" Aku jawab,
"Shallom Pak, ya aku lagi sedih, masalahnya masih yang kemarin Pak. Tapi
sekarang aku lagi merasa Tuhan ndak peduli sama aku, Tuhan ndak pelihara aku,
Tuhan lagi ndak mau juga menyediakan kebutuhan aku dan Tuhan ndak ada saat aku
sedih. Aku juga jadi nangis karena khotbah Bapak tadi."

"Sabar ya Nak, Bapamu di Surga mendengarkan doamu. Ia selalu ada untuk orang
yang hancur hatinya. God is good, ketika semua orang tidak mencintai dan tidak
peduli sama kamu Tuhan tetap peduli. Saat kamu berdoa Ia mendengarkan doamu,
saat kamu menangis Ia ada di sampingmu, saat kamu minta ampun akan dosamu Ia
segera mengampunimu. Apa yang kita cinta dan cita-citakan tidak selalu hadir
dengan mudah. Tapi percaya dan yakinlah Nak, Tuhan itu baik, Tuhan itu peduli
sama kamu. Mari kita berdoa kiranya Tuhan segera membukakan jalan untuk
masalahmu dan kamu bisa menyelesaikannya satu per satu. Ingat selalu ya Lady,
Tuhan selalu ingin bersamamu, tinggal di dalam hatimu dan beracara dalam
hidupmu. Dia sangat mencintaimu dan selalu hadir dalam kehidupanmu melalui Roh
Kudus-Nya! Mungkin matamu tak dapat melihatNya atau kamu tak dapat merasakan
kehadiranNya, itu tak masalah, tapi Dia tetap ada! Dia ada di sana
memperhatikan, mengawasi dan berjaga-jaga atas hidupmu," ujar Pak Pdt. Anthony
Chang.

Dan aku mengamininya. "Pak Pdt. Anthony Chang makasiy  ya buat
pencerahannya. Bapak lekas sembuh juga ya Pak. GBU."

Ayah terima kasiy ya buat uang kosnya. Ndak nyangka ya Yah, setelah lama
banget kita ndak ketemu, ternyata Ayah juga udah peka mendengarkan suara Tuhan.
Jadi, sekarang kalau aku perlu sesuatu dan Ayah ragu itu benar apa ndak, kan
Ayah bisa tanya sama Tuhan itu benar apa ndak. Meski, sebenarnya ndak ada
gunanya juga aku bohong sama Ayah.

Bapaku di Surga, terima kasiy untuk apa yang telah Engkau lalukan baguku.
Meski kadang aku merasa Engkau jauh, meski kadang aku merasa Engkau tak
mendengar doaku, meski kadang aku bersungut-sungut karena seolah-olah Engkau
tutup mata terhadap masalahku, meski aku merasa Engkau tak memeliharaku, meski
aku merasa Engkau tak memenuhi kebutuhanku; tapi Engkau tetap bekerja dalam tiap
masalahku. Rasanya seribu lidah tak cukup menyanyikan pujian kepada kasihMu yang
hebat atasku. Amin.

Di manakah Tuhan saat aku sedih? Mana buktinya kalau Tuhan mau menyediakan kebutuhan aku? Mana buktinya Tuhan peduli sama aku? Mana buktinya Tuhan pelihara aku?

Saturday, September 15th, 2007

13 September 2007, Pkl. 08:19:46 WIB hp aku bunyi, ada sms. SMS dari seorang teman. Isinya, "Kebanggan saya sebagai orang yang percaya Yesus adalah ketika saya mengetahui saya sudah dibebaskan dari kuasa dosa. Dulu saya seorang pecundang, sampah masyarakat, pendosa dan anggota kerajaan neraka. Tapi hari ini saya tahu, ketika saya percaya pada Yesus dan menerimaNya sebagai Tuhan dan Juru Selamat, saya adalah seorang pemenang, orang yang sudah dimerdekakan dari ikatan dosa, dikuduskan dan penghuni kerjaaan surga (Yesaya 53). Apakah kebanggan Anda sebagai orang percaya?"

Membaca sms itu, aku meneteskan air mata. Lalu, sms itu aku balas, "Saya bangga menjadi seorang pemenang, menjadi orang yang sudah dimerdekakan dari ikatan dosa, dikuduskan dan jadi penghuni kerajaan surga. Tapi, melihat hidup saya saat ini, saya merasa bahwa untuk melewati masa pertobatan yang merupakan proses terus-menerus untuk membersihkan seluruh segi kehidupan saya dari kecemaran dosa sangat terasa berat dan pahit. Melalui masa pentahiranNya itu berat dan pahit banget."

Dulu, saat sedih seperti ini, saat hidup terasa berat, saat aku ndak bisa menentukan jalan, saat semua terasa gelap, saat pikiran buntu; rasanya ringan dengan mengintip kartu dan dibacain sama teman. Tapi, sekarang udah nggak boleh lagi aku lalukan. Hal semacam itu udah 2 tahun aku tinggalkan.

Dulu juga dengan mudahnya aku suka memusuhi Tuhan ketika aku salah mengerti apa kehendakNya. Bahkan dengan kesombonganku, aku selalu menantangMu. Ya, mungkin dulu aku itu seperti orang bodoh, bebal dan dungu yang dengan mudahnya mengangkat dagu atau mengacungkan tinju dan berteriak, "Tuhan itu ndak ada."

Tapi, setelah aku bersamaNya, aku tak lupa mengucap syukur atas kesabaran dan ketekunanNya sama aku. Meski dulu aku sering memusuhiNya, tapi Dia tetap sabar. Sampai hari ini pun, Dia masih membiarkan aku hidup di hadapanNya, pasti itu karena kesabaranNya terhadap kelakuanku. Aku tau, untuk meninggalkan masa laluku, aku tetap ndak boleh melupakan bagaimana Ia membawaku dari masa laluku.

Bulan ini parah banget. Ya sih, udah nganggur 5 bulan. Tapi bulan ini paling parah. Tagihan-tagihan semua "menggonggong" untuk dibayar. Dan hebatnya sampai hari ini, aku belum bisa bayar kos juga.

Selasa lalu, salah satu penagih menelepon, "Kapan mau lunasin?" Aku jawab, "Aku pasti lunasin, tapi aku minta waktu karena aku sedang usahakan. Begitu ada, aku bayar. Ada sih beberap pekerjaan yang akan datang, tapi masih harus difollow up. Bantu doa juga ya, biar Tuhan bukain jalan." Si penagih bilang, "Heh cewek bego! Yang gw perlu itu kepastian lu bayar, jangan bawa-bawa nama Tuhan ya, asal lu tahu, Tuhan itu lagi ngutuk lu."

Usai telp ditutup gw yang saat itu lagi makan, langsung nangis. Saat itu gw langsung telp ke Pendeta Ronaldo. Beliau bilang, "Sabar ya Lady, percaya deh Tuhan pasti buka jalan buat kamu." Aku bilang, "Aku pasti sabar Pak, aku juga yakin segala sesuatu itu indah pada waktuNya, tapi orang yang nagih aku mana mau tau itu?" Pendeta Ronaldo lalu bilang, "Sabar ya Lady. Sabar. Saya doakan kamu ya."

Mungkin, Pendeta Ronaldo juga udah speechless, nggak tau musti bilang apa.

Dalam masa yang sulit dan berat ini, aku merasa kalau semua jalan tertutup rapat. Soal kerja, gw udah kirim lamaran tiap hari. Tapi belum ada lagi panggilan. Saat ada panggilan yang di Klp Gading itu, usai interview, HRDnya bilang, "Saya suka sama kamu, pintar dan hebat banget pengalamannya, hari Senin saya kabarin, semoga kamu bisa bergabung di sini."

Waktu pulang, Pendeta Ronaldo telp, "Gimana hasil interviewnya?" Aku bilang, "Kata orang HRDnya, Saya suka sama kamu, pintar dan hebat banget pengalamannya, hari Senin saya kabarin, semoga kamu bisa bergabung di sini. Gitu Pak, semoga hari Senin kabar baik ya Pak. Mohon bantu doa ya Pak. Makasih." Pak Ronaldo jawab, "Yakin deh, Tuhan pasti bantu kamu, pasti buka jalan." Aku jawab, "Iya Pak. Makasih. GBU."

Hari Seninnya, aku dapat kabar, "Setelah dipertimbangkan, maaf kami memilih yang lain." Ya udah, belum waktuNya kerja kali.

Dalam sejarah hidup aku, baru kali ini aku lama banget nganggur, 5 bulan! Gila banget. Padahal biasanya paling lama 1 bulan. Itu pun, pekerjaan freelance mengalir. Tapi, kali ini kenapa jadi berenti ya?

Meski begitu, aku tetap berdoa tak henti-henti walau kadang capek juga. "Selamat pagi Tuhan, Engkaulah sumber berkatku dan pokok pujianku hari ini. Engkau maha tau terhadap setiap langkah yang akan kuambil hari ini, setiap ide yang muncul di benakku dan setiap orang yang akan kutemui. Aku memerlukan kuasaMu hari ini, aku memerlukan kekuatanMu untuk menghadapi setiap masalahku. Anugerahkanlah padaku hati yang kuat dan mantap, roh yang tak pernah letih dan menyerah. Penuhi aku dengan diriMu sendiri supaya aku bisa melepaskan semua ketakutanku dan berdiri teguh sebagai hambaMu yang beruntung dan berhasil di setiap langkahku. Bayangan masa depan yang buruk di pikiranku sering membuat aku kuatir. Kalau aku ndak bisa mencegah kemungkinan-kemungkinan buruk itu muncul di benakku, aku tetpa bisa menyerahkan kekuatiranku di hadapanMu dan meminta campur tangan IlahiMu untuk menunjukkan kepadaku apa yang benar ketika aku hanya dapat melihat yang salah dalam segala hal yang aku kuatirkan. Aku bertekad melihat yang baik, jadi tolonglah aku agar tidak dibutakan oleh ketakutan, keraguan, keinginan dan gagasanku sendiri. Aku minta Engkau menyingkapkan kebenaranMu kepadaku dalam segala keadaan. Berkati aku dengan kemampuan untuk mengerti gambar keseluruhan yang lebih besar dan untuk membedakan antara yang berharga dan yang ndak penting. Ketika sesuatu tampak ndak beres, Allah Roh Kusus bantulah aku untuk ndak berburuk sangka. Mampukan aku untuk mengenali jawaban doaku. Aku percaya Engkau akan menolongku untuk melihat mujizatMu terjadi dalam setiap keadaan walau seburuk apa pun juga. Amin"

Dan, sampai dengan hari ini … saat aku dimaki sama pembantu kos aku karena aku belum bayar gajinya bulan lalu (padahal, dari awal aku udah nggak kerja; aku mau stop dia kerja. Tapi karena yang kos di tempat aku sekarang ini banyakan cowok, dia cuma nyuciin buat aku aja, aku juga ndak tega untuk memberhentikannya. Dan, berdasarkan hasil konseling aku dengan Pendeta Ronaldo, aku sudah memberhentikannya sejak awal bulan ini, cuma aku belum bisa bayar gajinya bulan lalu). Hebat ya, baru kali ini aku dimaki sama pembantu. Dan itu menyedihkan banget!

Kemarin aku minta tolong temanku pinjam uang. Dia jawab, "Ntar jam 5 ya ditransfer." Sampe jam 6 belum ada kabar. Waktu aku sms, dia jawab, "Sorry besok aja ya." Lalu, pagi tadi aku sms dan dia jawab, "Wah, sorry gw ga jadi bantu lo deh …"

Aku inget, 2 minggu lalu saat aku dapat door prize, voucher belanja carrefour dari XL; aku ndak lupa untuk berbagi sama dia. Menyedihkan. Tadi, aku berdoa, "Tuhan, bukan maksud aku mengungkat apa yang udah aku bagi sama dia. Selama ini, aku ndak lupa menyisihkan sebagian berkat aku untuk dia, karena dia temanku. Tapi kenapa saat aku perlu, dia selalu dan selalu begitu? Tuhan tolong ingetin aku ya, kalau aku ada berkat supaya aku ndak inget dia dan ndak bagi dia. Biar aku selalu mikirin diri aku sendiri, aku juga masih perlu."

Beberapa jam setelah berdoa, Tuhan menjawab doa itu (melalui seorang teman), "Kamu ndak usah bantu dia lagi kalau saat kamu susah dan kamu minta bantuan dia, dia ndak mau bantu dan kamu membatin tentang bantuanmu ke dia karena itu menyakitkan dan kamu bisa jadi benci orang itu."

Ya juga. Tapi, sekarang aku mau tanya ya Tuhan, ke mana sih Tuhan saat aku sedih? Mana buktinya kalau Tuhan mau menyediakan kebutuhan aku? Mana buktinya Tuhan peduli sama aku? Mana buktinya Tuhan pelihara aku?

Jika saat ini aku bilang, yang aku butuh uang dan uang itu akan buat aku selamat, Tuhan selalu jawab, "Yang kamu perlu Aku, bukan uang. Saat aku bukan pintu ndak ada 1 orang pun yang bisa tutup, saat aku tutup ndak ada yang bisa buka."

Lalu, apa yang harus aku lakukan? Aku udah minta, aku udah usaha, aku udah mencari, tapi semuanya GAGAL. Apa dosa aku begitu berat sehingga Tuhan membuat aku sesengsara ini? Apa benar Tuhan lagi ngutuk aku seperti kata penagih itu? Apa Tuhan mau aku melalui ancaman-ancaman yang mereka sampaikan? Kalau aku boleh memilih, aku pilih mati aja Tuhan. Aku ndak sanggup nanggung semuanya. Ndak ada juga kan yang aku tunggu? Ndak ada juga yang nunggu aku …

Sebenarnya aku ndak mau menantang Tuhan. Aku ndak mau buat Tuhan marah karena keluahan dan rengekan aku. Tapi, aku cuma mau tanya, di manakah Tuhan saat aku sedih? Mana buktinya kalau Tuhan mau menyediakan kebutuhan aku? Mana buktinya Tuhan peduli sama aku? Mana buktinya Tuhan pelihara aku?

Tapi kenapa sekarang Tuhan jadi ndak peduli sama aku? Kenapa Tuhan ndak menyediakan kebutuhan aku? Kenapa Tuhan ndak peduli sama aku? Kenapa Tuhan ndak pelihara aku?

Tuhan memang memberikan aku sedikit kebahagiaan dengan menghadirkan dia dalam hidup aku. Mungkin aku merasa ndak sendiri. Tak terbayangkan juga andai Tuhan tak pernah menghadirkan dia dalam hidup aku. Mungkin akan lebih menyedihkan lagi, mungkin aku lebih terpuruk lagi. Hari-hari belakangan, cuma dia yang perlu aku, dia yang butuh aku, ndak penting statusnya apa, tapi aku lebih merasa penting karena dia memerlukan aku. Tapi, kebagiaan yang Engkau kirimkan melalui dia, ndak bisa meng-cover kekuatiran, ketakutan, kegelisahan, kegalauan aku menghadapi hidup sekarang.

Aku mengundang mujizatMu, datanglah karena aku mengundang mujizatMu. Aku akan tetap berdoa, karena berdoa bukan kewajiban tapi hak asasi aku sebagai manusia untuk menikmati fasilitas kerajaan surga di bumi. Aku mengundang mujizatMu, aku ingin Engkau bekerja dalam tiap masalahku.

Mendengar Suara Tuhan

Thursday, September 6th, 2007

Bagi orang-orang yang "mandul" iman, jika ada orang yang bercerita mengenai suara Tuhan, biasanya cenderung ndak percaya. Dulu, waktu aku masih "mandul" iman, juga begitu. Sahabatku, Nani mungkin orang yang paling sering cerita kalau Tuhan sering bercakap-cakap dengannya. Dan saat itu, aku pikir dia mulai "gila".

Sekarang, saat iman sudah lebih bertumbuh dewasa, responnya udah beda. Rasanya setiap saat aku kepengin selalu bisa mendengarkan suaraNya yang begitu lembut.

Mungkin, kalah aku nggak berada dalam kondisi sulit seperti sekarang, ndak merasa hidup tanpa harapan dan ndak merasa kalau Tuhan itu jauh, aku ndak akan pernah tau cara mengundangNya untuk hadir dan berbicara denganku. Satu kali, dua kali, tiga kali, akhirnya aku memintaNya sesering mungkin untuk membuat aku lebih peka dan lebih senstif lagi untuk mendengarkan suaraNya.

Suara Tuhan itu begitu lembut. Mungkin karena saking lembutnya, kita malah jadi sering mengabaikannya. Memang ndak selamanya Tuhan berbicara langsung pada kita secara pribadi; ada kalanya Ia berbicara pada kita melalui ayat-ayat pada Kitab Suci, melalui sesama, melalui mimpi atau Ia memang mau berbicara langsung dalam hati kita.

Untuk bisa berkomunikasi dengan baik bersama Tuhan, kita wajib membina hubungan relasi dengan Tuhan.

Saat kita dalam kegagalan dan kelemahan, lalu kita berdoa mohon petunjukNya, kemudian ada dorongan dalam hati kita, "Yuk besok berbuat lebih baik lagi!"

Orang di dunia ini menyebut dorongan hati tadi dengan kata keyakinan, tapi aku menyebutnya suara Tuhan. Ia berbicara dalam hati kita.

Saat aku bisa mendengarka suaraNya, apa yang dilakukan selalu ndak pernah salah. Jadi, sekarang mau melakukan hal sekecil apa pun, aku ingin selalu minmta izin untuk mendengarkan suaraNya terlebih dahulu.

Semoga dengan begitu, hidupku berbuah karena aku dipenuhi dengan kekuatanNya sehingga dapat melakukan banyak hal yang melampaui akal manusia biasa. Kiranya Ia selalu menyempurnakan kekuaranganku sampai aku dapat sepenuhnya menjadi seorang pribadi yang Engkau harapkan.

Blessing in Disguise

Thursday, September 6th, 2007

Hm … Blessing in Disguise atau hikmah tersembunyi emang selalu ada di tiap masalah kita, asal kita bisa berpikir jernih dengan kepala dingin, baru deh kita sadar akan hikmah tersembunyi di balik kesusahan yang udah kita alami.

Harusnya, saat kita punya masalah, kita ndak boleh kuatir karena justru saat kita kuatir akan hadir bayangan masa depan yang buruk di pikiran kita. Lalu, kita akan merinci berbagai kemungkinan-kemungkinan buruk yang sebenarnya belum tentu terjadi. Ya, namanya juga manusia.

Jika masa sulit itu datang menghampiri, yang paling bener adalah kita menyerahkan kekuatiran kita padaNya dan memintaNya untuk ikut campur tangan dalam tiap masalah kita dan untuk memberitahu kita apa yang benar dan harus kita lakukan, soalnya saat kita terjepit, terpuruk, kita cuma bisa melihat banyak hal yang salah dalam hal yang kita kuatirkan.

Jika kita bertekad untuk melihat yang baik, minta petunjukNya agar kita ndak dibutakan oleh ketakutan, keraguan, keinginan gagasan kita sendiri. Mintalah Ia menyingkapkan keberanNya pada kita dalam segala keadaan.

Mohon juga berkat dan kemampuan untuk kita mengerti gambar keseluruhan yang lebih besar dan untuk membedakan antara yang beharga dan yang ndak penting.

Ketika sesuatu tampak ndak beres, aku selalu mohon bantuan Allah Roh Kusud untuk membantuku, untuk ndak berburuk sangka. Aku juga mohon untuk dapat mengenali setiap jawaban doaku. Aku percaya Engkau akan menolongku untuk melihat mujizatMu terjadi dalam tiap keadaan, walau seburuk apa pun juga.

-inspirasi dari Roma 8 : 28