Pagi ini masih sama dengan pagi-pagi lainnya. Begitu buka mata,
aku berdoa. “Tuhan terima kasih ya atas penjagaanmu dari malam
hingga pagi ini. Terima kasiy atas hari ini. Meski aku nggak tau apa
yang akan terjadi di hari ini, tapi aku mau menyerahkan hari ini
kepadaMu. Dan, Tuhan aja yang “memanage” hidup aku di hari ini.
Aku tau dan sadar banget kalau Tuhan udah berulang-ulang mengangkat
aku dari kehidupan tanpa pengharapan dan selalu menjadi lebih baik,
sampai hari ini. Lalu aku mau mendoakan …., AMIN.”
Hari ini, aku udah di JCC dari pagi. Awal shift jagaan dan saat
pergantian shift adalah saat yang menyebalkan. Tapi, hari ini
berjalan lancar. Terima kasih yaa Tuhan.
Menjelang sore, aku jalan-jalan ke area komputer. Aku mampir ke
booth Speedy Telkom. “Ngantri internet gratisan ah,” bisik aku
dalam hati. Karena lama, aku muter-muter lagi. Tapi, aku balik lagi
ke booth Speedy Telkom. Nggak lama, aku dapat juga duduk manis,
nginternet gratisan.
Saat lagi buka FS, ada cewek yang nyamperin aku, “Lady lu masih
inget gw nggak?” Aku langsung nengok dan bilang, “Iya inget!”
Padahal sumpah aku nggak tau dia itu siapa! Ampun deh, aku pelupa
banget ya? Maaf aku terpaksa berbohong, abis nggak seru juga kalo
bilang, “Nggak inget, nggak enak.”
Trus, aku liat ID yang tergantung di dadanya. “UGI” di ID itu
tertulis begitu. “Ya ampun, ini Ugi yang dulu di Tabloid Gaul dan
temennya Devi Rinjani mantan managerku waktu masih di C&R.
Nggak ada angin, nggak ada ujan, Ugi bilang, “Lad, lu punya
agency kan? Ada MC nggak? Aduh, gw perlu banget nih! Buat besok sampe
tgl 1 Juli. MC gw yang ini lemot, ga mau baca produk knowledge.”
“Hah? Kok bisa mendadak begitu ya?” tanya gw dalam hati.
“Emang budget lo berapa?” tanyaku sama Ugi. “Nggak gede bo. Gw
maunya MC cowok, tapi cewek juga gpp. Tolongin gw dong!” kata Ugi.
“Bentar ya Gi, gw kelarin bales email dulu, trus gw telp
anaknya, bisa apa nggak dan mau nggak budgetnya segitu,” kataku.
“Siiiiip, gw tunggu banget ya Lad. Gw di sini kok sampe malem,”
bales Ugi.
Nggak pake lama, aku ngelog out FS dan mikir siapa ya
“anak-anakku” yang masih mau dibayar semurah itu. Dan dapet! Aku
langsung nyaperin Ugi. Nggak sampe 5 menit juga, closed deal. Hebat!
Usai itu, aku berdiri bengong. “Tuhan hebat banget ya? Kok bisa
ya, ketemu Ugi yang udah lama nggak ketemu, yang udah aku nggak inget
lagi, trus dapet kerjaan! Goooookiiiiiillllll …,” kataku dalam
hati.
Meski di keramaian, aku sempetin berdoa dalam hati karena nggak
mungkin kan aku ambil posisi berdoa di brisiknya JCC. “Tuhan terima
kasiy yaa … Aku nggak tau musti ngomong apa. Aku malah bingung
banget kok bisa ada kejadian begini.”
Sesudah itu aku jalan ke booth Motorola karena udah ditunggu sama
teman-temanku. Secara aku masih bingung, aku tiba-tiba keinget sama
petuah bijak Pak Eriel Siregar, pendetaku yang ganteng itu, “Kalau
sesuatu terjadi dalam hidupmu yang melampaui akal sehatmu, jangan
pernah kamu pikir. Kadang cara Tuhan bekerja nggak bisa dipikirin
dengan akalmu. Nikmati dan bersyukur saja!”
Iya juga, bener banget! Apa yang aku alamin hari ini bener-bener
karya Tuhan. Aku nggak melakukan apa-apa, cuma berdoa tiap hari
dengan doa yang sama aja! Dan Tuhan bekerja dengan hasil yang sama
sekali nggak pernah aku duga, nggak pernah aku sangka sebelumnya.
Tuhan terima kasiy ya, udah jadi “manager” terbaik dalam hidup
aku.