Sejatinya Gaji 50% Itu Masih Hak Kita

Sejak minggu lalu, teman-teman kantor gw yang kemarin tutup (Cityku) mulai kasak-kusuk menuntut gaji yang 50% lagi.

"Ya, andai keluar lumayan buat bayar kos, bayar pembantu kosan gw dan juga belanja bulanan," kata gw minggu lalu.

Hari ini, Adri sms gw, dia bilang, "Lad, sms Sammy gih biar dia tau
kita butuh uang. Katanya gaji yang 50% mau ditransfer minggu ini."

Gw langsung sms Sammy, salah satu mantan boss gw. Setelah gw sms, ga
ada balesan. Akhirnya gw telp aja! "Maaf Mas, mau tanya! Aku dapat info
dari Adri katanya gaji yang 50% lagi mau ditransfer ya? Kapan Mas?"
Lalu, Sammy jawab, "Wah itu sih urusan Richard."

Wah, mulai pingpong lagi niy …

Gw langsung telp Richard. Kata Richard, "Belum tentu minggu ini juga
Lad, karena iMac nya belum terjual, masih sama Sammy. Lagi pula,
gajiannya juga masih akan dinilai sama management lagi, yang menurut
management sampai terakhir masuk kinerjanya bagus, akan kita bayarin
50% tapi kalo nggak sih kita persentase aja!"

Apa sih patokan kita sebagai karyawan punya kinerja yang baik apa
nggak? Rasanya dalam kasus ini, kita sebagai karyawan yang dirugikan
karena pemberitahuan kantor mau tutup juga kurang dari 2 minggu. Buat
para investor yang notabene anak orang kaya atau teman-teman sekantor
gw dulu itu yang anak orang kaya mungkin nggak perlu mikir nggak kerja,
toh tetap bisa makan enak, tidur pules tanpa kepikiran musti bayar kos
dan beli makan tiap hari. Tapi gw, harus melakukan itu.

Sejatinya gaji 50% itu memang masih hak gw dan hak teman-teman gw. Tapi
kalau pihak management masih mau menilai kinerja pasting ada unsur like dislike juga dong? Kalo nggak mah, simpel aja … Bayarin aja gaji yang 50% itu …

Tapi sudah lah, gw males mikirinnya. Dulu saat gw kerja di media besar
dan komisi gw nggak cair senilai 200 juta aja gw bisa mengikhlaskan
walo gw butuh waktu 2 tahun untuk bisa lupa dan merelakan bahwa itu
bukan rezeki gw.

Trus juga waktu kantor Space Magz nggak ngebayarin honor  gw 2.5 juta sebagai konseptor majalah free itu, gw juga cuek aja …

Juga waktu owner Tabloid Artis yang semena-mena memotong gaji gw 75%, gw kesel tapi iklah juga …

Masa’ yang kali ini nggak sampe puluhan juta juga, masa gw nggak bisa???

Hebat ya, para bos2 itu tega banget memperlakukan karyawannya seperti
itu. Jangan pernah jadi bos deh, kalo nggak punya tanggungjawab. Punya
perusahaan itu ibarat kita jatuh cinta. Dalam cinta ada tanggung jawab,
makan berdua nggak semurah makan sendiri. Punya karyawan juga gitu, ada
tanggungjawab karena kita punya tanggungan menghidupi karyawan kita,
sementara mereka punya tanggungan pula entah untuk isteri, anak, orang
tua, atau untuk dirinya sendiri.

Walau kemarin itu gw sempet susah … ! Rasanya buat makan aja musti
itung-itung, sakit nggak bisa berobat tapi karena gw mengandalkan
Tuhan, hidup gw aman aja! Tiap hari bisa makan, kos juga kebayar, semua
kebutuhan gw dipenuhi Tuhan karena Tuhan pelihara gw.

Jadi, sekarang … mau mantan bos2 gw itu mbayarin yang 50% kah, mo
nggak pun terserah! Toh "manager terbaik" gw yang ada di Surga sana
paham akan kebutuhan gw, jadi Ia akan memenuhi semua kebutuhan gw tepat
pada waktuNya.

Rasanya nggak penting juga gw maksain 50% gaji gw yang nggak seberapa
itu kalo gw juga harus nagih gila-gilaan padahal itu hak kita, keringet
kita. Ya kan?

Jadi, mending pasrahkan diri sama yang bener aja. Pasrah dan berdoa
pada Bapa di Surga. Ia pasti mendengar doa kita dan memenuhi semuanya
juga mengatur semuanya serta buat kita aman, damai dan sejahtera.

Leave a Reply