Archive for November, 2006

Menikah pun Harus Independen

Saturday, November 25th, 2006

I’m not in this world to live up to your expectations and you’re not in this world to live up to mine …

Gw suka banget sama doa di atas yang cocok banget buat kita yang sedang bercinta. Kata-katanya menyiratkan kemerdekaan dan kemandirian. Dua pribadi yang saling mencintai memang harusnya seperti itu; independen, merdeka dan mandiri. Pribadi yang mencintai harus independen nggak boleh jadi benalu yang menggantungkan hidupnya pada tanaman lain.

Gw pikir lagi hal ini juga harus dijaga sampai saat kita memasuki dunia pernikahan. Kebanyakan yang terjadi … saat pacaran independen tapi setelah menikah jadi dependensi (ketergantungan); tapi bukan berarti kita nggak boleh saling membantu, justru harus saling membantu, menyokong dan mendukung.

Dan … harus tetap diingat bahwa masing-masing pihak nggak boleh membentuk kepribadian pihak lain sesuai dengan kemauannya.

Cemburu Bukan Tanda Cinta

Saturday, November 25th, 2006

Iri biasanya nggak diwarnai cinta. Iri = perasaan nggak senang kalau orang lain lebih baik dari diri kita. Orang iri biasanya kepengin menjadi seperti orang yang lebih itu tapi ia nggak bisa meraihnya.

Cemburu sama dengan iri tapi biasanya diwarnai dengan unsur cinta. Baik iri atau cemburu adalah ungkapan/tanda kekerdilan diri, saat di mana kita merasa bahwa diri kita nggak berarti karena nggak sadar akan talenta yang ada pada diri kita.

Tuhan memberikan kelebihan dan kekurangan pada semua orang; jadi kita masing-masing unik dan hebat tinggal gimana kita mengembangkan talenta yang ada untuk menjadi yang terbaik. 

Percaya deh, kalo semua orang lebih dan harus sempurna, apa kabarnya orang seperti gw yaa?

Kesetiaan

Saturday, November 25th, 2006

Setia itu bukan berarti tidak kenal atau tidak mencintai orang lain (orang ke-3). Cinta emosional itu udah pasti ekslusif secara natural jadi ya nggak mungkin mendua. Sedangkan cinta rasional itu mungkin banget diberikan kepada lebih dari seorang.

Menurut saya sih, kesetiaan itu berarti terus menerus mencintai orang yang kita cintai dalam keadaan apa pun; dalam untung dan malang, dalam hujan badai maupun saat mentari cerah bersinar.

I’ll always love You, rain or shine …

Perpisahan itu Indah

Saturday, November 25th, 2006

Ada kalanya perpisahan itu perlu.Sebab, kita sering menyadari rasa sayang pada seseorang ketika kita sudah jauh. Mulai rindu. Saling merindukan itu menyenangkan karena kerinduan itu adalah rasa sepi yang amat nikmat.

Keyakinan Ketiga

Saturday, November 25th, 2006

Dalam mencintai, kita harus terbiasa dengan perbedaan; seperti ada 2 "agama" yang harus dihormati. Segala perbedaaan yang ada itu harus dapat melahirkan keyakinan ketiga atau toleransi yang menjadi 1 "keyakinan" lain yang dominan, yang membuat kita dapat saling menghargai satu sama lain, saling memahami keinginan satu dengan lainnya.

Rasa Kehilangan

Saturday, November 25th, 2006

Rasa kehilangan itu menyakitkan. Sama sakitnya dengan kehilangan kesempatan, yaitu kehilangan sesuatu yang belum sempat kita miliki …

Seharusnya …

Saturday, November 25th, 2006

Seharusnya aku memejamkan mataku agar aku dapat menatapMu

Seharusnya aku diam dan membisu agar aku dapat mendengar suaraMu

Seharusnya tangaku kulipat terikat agar aku dapat menggapaiMu

Seharusnya kakiku kutekuk bersujud agar aku dapat berlari mendekatiMu

Tetapi …

Siapakah Engkau yang begitu dekat dan berdiam di dalam aku?

KasihMu bagai sungai bening yang terputus dan setiaMu padaku bagai mentari dengan siang hari …

Tuhan Tak Pernah Terlambat

Saturday, November 25th, 2006

Tuhan …

Aku merasa Engkau sering datang berlambat-lambat untuk menjamah hidupku, tapi aku tahu Engkau tidak pernah terlambat. Tidak akan pernah sebab Engkau begitu baik …

Kepada Bapaku di Surga …

Saturday, November 25th, 2006

Kepada Bapaku di Surga … Yang memberi ayun pada langkah-langkahku … Yang memberi nyala api dalam hidupku … Terima kasih … Atas seadanya aku …

Cinta Memang Tanpa Mata

Saturday, November 25th, 2006

Walau kau tak kumiliki seperti di saat ini … Tapi hatiku tak akan menyesali. Hingga aku pun tak mau lewati hari tanpamu …  Walau tiada orang yang yang setuju.

Cinta memang tanpa mata, Hebatnya cinta … Butakan siapa saja … Memang cinta, tak peduli … Semuanya bisa … Bisa saja jatuh cinta …

Selama kau memahami … Selama kau menikmati … Perbedaan tak kan bisa halangi …

Bersama dengan dirimu Kurasa tetap bahagia … Walau lebih banyak pahitnya …

Hanya padamu, hanya untukmu … Terlanjur sudah kuberikan hatiku … Hanya padamu, hanya untukmu … Terlanjur sudah kujatuhkan semua cintaku

Cinta tak memandang rentang usia, perbedaan … Cinta menembus dimensi ruang dan waktu …

Mungkinkah ia membalas cintaku …?