Joe Richard Ketemu ‘Belahan Jiwa’ Karena Perjodohan Guru Vocal

March 9th, 2008 by baikhati2

703_richard_bellaArtis sinetron/presenter merambah dunia tarik suara, kini sedang menjadi trend. Keberanian mereka patut diacungi jempol, padahal secara kualitas vokal, kebanyakan masih jauh dengan penyanyi sungguhan.

Jika Anda mendengar nama Joe Richard
yang dikenal masyarakat sebagai model, pemain sinetron dan presenter
menjadi penyanyi apa Anda akan mengatakan pecinta anjing itu
ikut-ikutan? Mungkin ya, mungkin juga tidak, karena sebagian sudah
cukup akrab dengan suara Presenter Kiss Plus Indosiar ini, karena ia
telah memiliki 9 album kompilasi dan 1 album solo untuk lagu rohani.
Kini, pria berbintang Libra ini sudah cukup akrab dengan dunia musik
meski sebelumnya ia hanya berdendang untuk memuji dan melayani Tuhan.
Tapi, kini penyuka warna coklat ini ingin melebarkan sayapnya dengan
masuk ke dunia musik Indonesia dengan melantunkan lagu pop.

Apa ia ikut-ikutan trend juga? “Boleh saja orang beranggapan aku ikut-ikutan trend, tapi yang terpenting I love music very much,”
ujarnya. “Awal saya diajak merilis album rohani, aku pikir ini
kesempatan untuk mewujudkan impian aku sejak kecil; karena mama selalu
mendorong dan memotivasi kalau aku bisa menyanyi. Tak puas sampai di
situ, aku tak pernah bosan belajar dan  berlatih. Hal ini terbukti
karena hingga saat ini aku punya 2 pelatih vocal; yang masing-masing
memiliki karakter suara, teknik mengajar, strategi dan misi yang
berbeda,” tambah pria yang memulai karir melalui ajang pemilihan Cover
Boy Majalah Aneka.

Ketika anak kedua dari pasangan Edward
Kalalo dan Hedy Bacas Kalalo ini mengutarakan niatnya untuk menyanyi
lagu pop, Lanlan Yulianto salah satu guru vocalnya; “menjodohkan” model
iklan T-Shirt Gallop ini dengan Bella Febrina Nurmursalina
yang biasa disapa Bella. “Joe dan Bella adalah murid saya. Saya merasa
bahwa suara Joe dan Bella cocok untuk ‘dikawinkan’, jadi saya usul
bagaimana kalau Joe dan Bella duet. Tak mudah menemukan pasangan duet,
tapi  menurut saya suara Joe dan Bella cocok disatukan,” kata Lanlan
yang mengajar vocal di Elfa Music Studio.

Setelah ”perjodohan”
itu, Joe dan Bella sepakat menyanyikan 2 lagu; Belahan Jiwa, ciptaan
Harry Budiman dan Suasana Pesta, ciptaan Lanlan Yulianto bersama Yanne
Asmarawati; dalam album perdana Bella yang bertajuk Menanti Cinta
Sejati telah beredar di pasaran sejak 5 Februari lalu.

Bella
adalah anak bungsu dari pasangan Drs. Mohammad Akbar dan Syarifah
Maharani. Gadis kelahiran Jakarta, 24 February 1988 dari kecil memang
sudah hobby nyanyi dan bergaya a la model. “Bakat aku
diturunkan oleh mama. Dulu, waktu muda, mama penyanyi. Jadi dari kecil
aku udah dileskan vocal, piano, menari, drama, dll,” cerita Bella yang
Tahun 2007 lalu mendapat kesempatan bernyanyi di depan Presiden, di
Istana dalam rangka memperingati 17 Agustus.

Berbagai lomba
telah diikuti oleh gadis berbobot tinggi 165 cm dan berat 50 kg ini.
Tahun 2000 silam, anak Direktur Umum Bank Bengkulu ini, menjadi Juara
Kedua Lomba Teater Pelajar se-Kalimantan Selatan. Setelah itu,
mahasiswi Universitas Persada Indonesia (YAI), Fakultas Psikologi ini
mengikuti lomba Singing Contest yang diselenggarakan LIA
Cabang Banjarmasin, Kalimantan Selatan pada Tahun 2001. Lalu, orang
tuanya pindah ke Palembang. Di Kota Pempek, Bella pernah menjuarai
ajang Cheerleaders Telkomnet, Tahun 2002. Setahun kemudian, lagi-lagi Bella meraih Juara Kedua Cheerleaders Walikota Cup Sumatra Selatan.

Di
Palembang, ia dilirik untuk menjadi model kalender Tahun 2004. Lalu, di
Tahun 2005 saat Bella mendapat kesempatan mengikuti ajang Lomba
Fotogenic Cipta Pesona Bintang di Hotel Horison Ancol, Jakarta dan
menang Juara I Wakil dari Sumatera Selatan. Nama Bella di Sumatera
Selatan cukup terkenal, karena ia kerap menyanyi di TVRI Palembang dan
ia juga salah satu Puteri Daerah Palembang dengan segudang prestasi dan
talenta. Ibundanya makin yakin dengan talenta putri bungsunya untuk
menjadi bintang. Kemudian, Bella mengikuti kursus vocal di sekolah
musik milik Elfa Sesoria. Tahun 2006, Bella mulai tergabung dalam Team
Elfa’s Choir. ”Saat Elfa’s Choir mengikuti Choir Games di Xiamen, China; team aku mendapat silver dalam kategori Mixed Youth. Sedangkan untuk Kategori Ethnic, team Bella berhasil meraih emas.  Tahun lalu, Bella kembali diajak
berkompetisi oleh Team Elfa’s Choir.

“Alhamdulillah, team aku mendapat silver dalam kategori Ethnic dan Mixed Youth tergabung dalam Team Elfa’s Choir pada ajang 1st ASEAN CHOIR GAMES
di Jakarta,’ cerita penyuka warna pink ini. Berangkat dari sederet
prestasi yang dimilikinya, Bella merajuk pada Ibunya untuk diberi ijin
menapaki dunia hiburan tanah air dengan membuat album perdana. Saat itu
ia juga mengutarakan pada Ibunya mengenai rencana ”perjodohan” guru
vocalnya itu. "Aku nggak nyangka mama setuju dan kini terwujud sudah
keinginan Bella. Album Menanti Cinta Sejati telah beredar di pasaran.
Aku harap, album perdanaku ini dapat diterima oleh pecinta musik
Indonesia,” kata Bella.

Saat ini, baik Bella maupun Joe tak
muluk-muluk berpikir akan muluk-muluk untuk meraih sukses besar. ”Tapi
yang pasti, kami berdua memiliki kualitas vokalnya yang cukup baik.
Dengan kami menggandeng Mas Harry Budiman yang cukup handal dalam
mencipta dan mengaransemen lagu, kami berharap kehadiran kami di
blantika musik Indonesia mendapat tempat di hati masyarakat,” ucap Bella.

Kiranya, kehadiran Joe Richard di dunia musik Indonesia
akan langgeng. Begitu juga dengan  langkah Bella. Kesusksesan mereka,
semua kembali pada selera dan permintaan pasar. Meski di sini seleksi
alam berlaku, siapa yang bagus akan bertahan, bila kurang bagus
pelan-pelan akan terlupakan. Inilah yang disebut mekanisme pasar di
dunia entertainment.

Semoga sukses menyertai Joe dan Bella. Jangan pernah bosan berlatih, belajar dan miliki semangat untuk maju.

Lewati Via Dolorosa, Joe Richard Tak Kuasa Tahan Tangis

December 31st, 2007 by baikhati2

703_richard

Di
penghujung tahun ini, Joe Richard (presenter, artis sinetron, penyanyi
dan model) mendapat kesempatan berkunjung ke Holyland. Bersama rombongan dari
Mahaloka Tour & Travel; anak tengah dari pasangan Eduard Kalalo
dan Hedy Bacas, melakukan perjalanan yang sarat dengan
"makanan" rohani dan pujian bagi Tuhan yang sangat bermanfaat bagi
pertumbuhan imannya.

Pada (20/12) perjalanannya dimulai. Menjelang sore,
rombongan bertolak ke Cairo via Abudhabi dari Bandara Soekarno Hatta. "Aku
senang banget bisa ikut wisata rohani ini karena aku yakin ini adalah bagian
dari rencana Tuhan buat aku. Kesempatan Natalan di tempat asli Tuhan Yesus
lahir, merupakan kenangan yang tak terlupakan dan inilah bagian dari jawaban
doaku selama ini,"
ujar Presenter Acara Kiss Plus Indosiar.

Setibanya di Cairo, lajang berbintang Libra ini mengunjungi Gereja St. Simon The
Tanner
di Bukit Mutakam (bukit bebatuan yang megah) lalu ke Gereja Gantung,
ke Gereja Abu Surga (tempat persembunyian Maria, Yusuf dan bayi Yesus dari
kejaran Herodes setelah meninggalkan Betlehem), ke Ben Ezra Synagog (tempat
awal bayi Musa dihanyutkan di Sungai Nil) dan bermalam di Cairo. Memasuki hari
ke-3, pemilik album solo rohani berjudul Hidupku MilikMu beserta
rombongan, menuju ke St.
Chatrine (Gunung Sinai). "Kami jalan-jalan ke
Gyza Pyramid dan Sphinx yang indah, megah dan menarik,"
ungkap pria
kelahiran 11 Oktober ini.

Kemudian, dari Cairo ke arah Timur menyeberangi Terusan Suez menuju St.
Chatrine. Joe singgah di Mara (tempat Nabi Musa merubah air pahit jadi air
tawar), mampir ke

Elim di mana ada 70 pohon kurma, ke Rafidim (tempat Nabi Musa
mengalahkan Suku Amalek) dan bermalam di sebuah hotel di kaki Gunung Sinai.

Hari ke-4, perjalanan ke Gunung Sinai atau disebut juga Gunung Musa (tempat
Nabi Musa menerima 10 Perintah Allah). "Aku berhasil naik ke puncak
Gunung Sinai dan mendapat sertifikat atas keberhasilan ini. Bukan cuma itu, di
sini aku juga shooting
video clip untuk single lagu rohani aku yang berjudul Arti
KehadiranMu
,"
cerita cover boy Majalah Aneka ini, panjang lebar.

"Saat berada di Puncak Gunung Sinai, aku bisa merasakan dan merenungkan
kebesaran kuasa Tuhan, selain aku menikmati keindahan alam ciptaanNya,"

imbuhnya.

Setelah itu, rombongan singgah di St. Chatrine Monastery lalu melanjutkan
perjalanan
ke Israel menuju Tara Border.

Dari Israel menuju ke utara melewati Kota Eilat (kota di tepi Laut Merah) lalu
ke Laut Mati yang letaknya 400 meter di bawah permukaan lain dan bermalam di
bekas Kota Sodom dan Gomorah.

"Di sini aku sempat mengapung di Laut Mati yang berkadar garam tinggi
(35%). Kalau orang lain bilang bahwa air di laut mati ini diyakini dapat
menyembuhkan berbagai macam penyakit; aku langsung membuktikannya. Jadi,
seminggu sebelum
berangkat; waktu aku shooting Acara Koper dan Ransel, aku
kepleset dan masuk ke kandang buaya. Betis kiri aku luka lumayan parah. Dan
setelah mengapung di air Laut Mati, lukanya kering dan sekarang kakiku sudah
pulih kembali,"
cerita penyuka warna coklat ini.

"Bukan cuma itu, di Laut Mati aku juga shooting video clip lagu Musik
Dalam Hatiku, salah satu lagu favorit dari album solo aku yang pertama,"

tambahnya.

Memasuki hari ke-5, rombongan menuju Qumran (tempat ditemukannya gulungan Kitab
Suci di gua-gua oleh Suku Bedouin; di antaranya Kitab Amos, Yesaya dan
Hubakuk). Lalu, singgah di Yeriko (kota tertua di dunia, di tanah subur Yudea
dan kota pertama yang dimenangkan Yosua di Tanah Perjanjian dengan kuasa
pujian), lalu melanjutkan perjalanan ke MT of Temptation (Gunung Pencobaan, di
mana Yesus dicobai iblis), kemudian memasuki Yerusalem (Kota Mulia) menuju
tembok barat, diteruskan ke Terowongan Bait Allah (tempat yang menggemparkan di
dunia karena digali secara diam-diam di bawah Mesjid Al Aqsa dan Dome of The
Rock
oleh Bangsa Yahudi), ke St. Anna (tempat kelahiran Bunda Maria), Ke
Kolam Bet Esda (tempat Yesus menyembuhkan oleh lumpuh) kemudian dilanjutkan
dengan Perayaan Malam
Natal (Doa, Drama, Pujian dan Syukur serta makan malam
dengan para Messianic Jews di Yad Hashmona (The Living Stones).

"Ibadah malam Natal yang sangat hikmad, di sebuah tenda besar, di desa
dan bersama orang-orang Yahudi. Seru banget, di sana kita juga disuguhi operet
dari anak-anak desa dengan Bahasa Ibrani. Selain itu, aku juga nyanyi buat
Tuhan
sekaligus menghibur saudara seiman,"
ucapnya.

Tepat 25 Desember , rombongan ke Padang Gembala dan Chruch of Nativity
di Betlehem (tempat Yesus lahir). Setelah itu perjalanan dilanjutkan ke Bukit
Zaitun (tempat di mana Tuhan Yesus naik ke Surga); "Kami semua dapat berfoto
dengan latar belakang Kota Tua Yerusalem,"
ujar Joe.

Lalu, perjalanan dilanjut ke Gereja Pater Noster atau disebut juga
Gereja Bapa Kami; di halaman gereja terdapat tulisan doa Bapa Kami dari keramik
dalam 200 bahasa (termasuk Bahasa Indonesia dan Bahasa Batak). Lalu, ke Taman
Gestemane (tempat

Yesus menghabiskan waktu terakhirNya sebelum ditangkap
tentara Romawi. "Di sini ada pohon zaitun yang usianya lebih dari 2.000
tahun dan pohon itu menjadi saksi Yesus berdoa,"
kenangnya.

Setelah itu, melewati Lembah Kidron ke Bukit Sion, ke ruang perjamuan terakhir
dan makan Raja Daud. Kegiatan dilanjutkan dengan ibadah Perjamuan Kudus di Garden
Tomb
(taman milik Yusuf Arimatea yang dipercaya sebagai kuburan Yesus).

Hari ke-7 dapat dikatakan hari yang paling berkesan bagi Joe, karena ia semua
melakukan Jalan Salib menjalani Via Dolorosa dari Benteng Antonia (Pengadilan
Pontius Pilatus) sampai ke Bukit Golgota (Gereja Makam Kudus). “Aku bersama
rombongan melaksanakan prosesi napak tilas jalan salib yang terdiri dari 14
stasi (perhentian). Pada tiap stasi kita semua berdoa dan merenungkan sengsara
dan pengorbanan Tuhan Yesus, mulai dari vonis dijatuhkan, memikul kayu salib
sampai dengan pemakaman-Nya,"
cerita pemeran Sinetron Cinta 100 Hari.
"Melewati Via Dolorosa
aku sempat nangis. Rasa simpatiku tergugah, seolah aku berada di sana
saat
Yesus lahir sampai Ia naik ke Surga. Saat aku berziarah ke makam Yesus aku
merasa suka cita dan damai yang tak terkira,"
tambahnya.

Setelah jalan salib menuju ke Kana. Di Kana, rombongan mengadakan kebaktian
yang dipimpin oleh Pdt. Carlo Leander, MA, disertai dengan mendoakan/tumpang
tangan kepada beberapa pasutri (pasangan suami–istri) dari peserta rombongan
supaya
diberkati Tuhan dan tetap harmonis dalam membina rumah tangga; lalu
perjalanan dilanjutkan ke Nazareth mengunjungi rumah Maria, Yusuf dan Yeus;
yang disebut dengan Chrurch of The Annuciation, Chiesa Dell Annunciazion,
Eglise de L Annonciation. Lalu ke Gereja Gantung (tanpa pondasi, yang dibangun
di atas mata air di mana Maria mendapat pesan dari Malaikat Gabriel), kemudian
naik taxi ke Gunung Tabor yang bentuknya seperti kubah; berdiri megah di Daerah
Galilea. Karena kesuburannya, dari kejauhan gunung Tabor terlihat hijau
sepanjang tahun. Di puncak gunung Tabor dibangun gereja yang di dalamnya
terdapat mosaic yang
menggambarkan kemuliaan Tuhan Yesus. Ada dua kapel;
kapel yang dipersembahkan kepada Nabi Musa dan Nabi Elia.

Keesokan harinya, model iklan detergent ini menikmati keindahan Gunung Hermon
yang ditutupi salju dari dataran tinggi Golan dan Sungai Jordan dengan cable
chair.

Saat makan siang, seluruh rombongan menikmati hidangan khas, yaitu Ikan
Petrus
. Ikan Petrus? Konon ikan ini merupakan ikan keturunan hasil
tangkapan nelayan Rasul Petrus, murid Tuhan Yesus. Ikan sebesar Ikan gurame ini
sangat gurih dan lezat, dihidangkan bersama nasi panas, sambal pedas khas
Israel. "Di sini aku dapat
sertifikat The Jesus Boat, karena aku
bukan hanya makan Ikan Petrus tapi juga naik Kapal Petrus,"
cerita Joe
penuh semangat Setelah
makan siang, rombongan jalan-jalan naik perahu nelayan menyebarangi Danau
Galilea menuju Kapernaum
(tempat Yesus mengajar dan banyak melakukan
mujizatNya), lalu ke Tabgha (tabgha yang berarti tujuh sumber air ini adalah
tempat Yesus melipatgandakan 5 roti dan 2 ikan), kemudian ke Church of The
Primacy (tempat di mana Yesus minta Petrus untuk menggembalakan dombaNya), ke
MT of Beatitudes (Bukit Sabda Bahagia, di mana Yesus berkhotbah di depan 5.000
orang tanpa pengeras suara dan di sini ada gereja segi delapan yang mewakili 8
sabda bahagia), dan terakhir ke Yadermit (tempat
pembaptisan di Sungai Jordan).


"Tak terasa perjalanan hampir berakhir. Memasuki hari ke-9, pagi ini aku
dan rombongan meninggalkan Israel menuju Yordania melalui Sheik Hussein Bridge
trus naik bus ke Gunung Nebo melihat Tanah Kanaan lalu ke selatan Kota Amman
dan bermalam di Petra,"
ceritanya lagi.

"Aku sempat mampir ke The Lost City atau dikenal juga dengan sebutan Kota
Batu, kota yang sempat hilang karena gempa; tempat pengambilan gambar untuk
Film Sinbad, Indiana Jones, dll,"
tambahnya.

Sebelum pulang ke Jakarta, tour hari terakhir ke Gunung Petra The Red Rose
menelusuri jalan sepanjang 2 km yang sempit ini dengan kuda (ada juga yang
jalan kaki) untuk, melihat keindahan gua yang dipahat di dinding batu yang
warna-warni indah alami. Singgah di Wadi Musa, melihat makan Harun (kakak Musa)
lalu menuju ke Queen Alia Airport untuk kembali ke Jakarta.

Lalu, dari sekian banyak tempat yang dikunjungi, tempat mana yang paling
berkesan
untuk Joe? "Di Bukit Zaitun, tempat di mana Yesus terangkat ke
Surga, karena aku mau ikut ke sana. Selain itu; ketika aku mengunjungi, melihat
dan menginjakkan kaki di tempat kelahiran Yesus, aku flash back mengingat semua
keajaiban, kebaikan dan karya Tuhan dalam hidup aku,"
jawabnya.

Sejatinya dalam perjalanan rohani kita dapat menuju kedewasaan iman agar kita
belajar untuk mengantungkan kebahagiaan kita hanya pada Dia, menyakini betul
bahwa Tuhan satu-satunya pribadi yang dapat memuaskan dan membahagiakan jiwa
kita, sehingga hidup kita lebih bahagia karena dilingkupi oleh hadiratNya!

Semoga rasa suka cita yang
penuh dengan kenangan indah ini akan menjadi pertumbuhan iman yang luar biasa
bagi seorang Joe Richard.

Selain itu juga, kiranya pengalaman rohani yang luar
biasa ini akan berbuah baik, menguatkan dan meneguhkan hati Joe jauh melampaui
apa yang dapat ia bayangkan sebelumnya.

 

Glancingly of Love

December 26th, 2007 by baikhati2

Jatuh cinta berjuta rasanya … Itulah kutipan lagu karya Titiek Puspa
yang dinyanyikan ulang dengan gaya kocak oleh kelompok Project Pop.

Bicara cinta mungkin mudah. Semua orang pernah merasakan yang namanya cinta, tapi sebenarnya cinta itu apa sih?

RANAH CINTA

Ranah cinta terbagi 2; yaitu cinta
yang bersifat emosional dan rasional. Kedua ranah cinta tersebut tidak
ada yang lebih baik; tapi harus saling melengkapi dan saling
menyempurnakan.

CINTA EMOSINAL

Cinta pada ranah ini adalah cinta yang misterius, datang
dan pergi bagai angin, tak dapat dipastikan. Ciri cinta emosional
adalah adanya perasaan yang amat kuat/intens/passion.

Passion
ini amat kuat sehingga kita yang sedang jatuh cinta seolah dikuasi oleh
cinta yang ada di hati dan pikiran kita hanya ada orang yang kita
cintai saja, sebagian besar waktu dan energi kita gunakan untuk
memikirkan sang kekasih.

Dalam cinta emosional ini, kita juga cendrung egois! Sang
kekasih ada dalam pikiran kita sejauh sang kekasih menyenangkan kita,
sejauh gambaran diri sang kekasih seperti yang kita idam-idamkan,
sejauh perilakunya sesuai dengan yang kita harapkan.

Jadi, saat sang kekasih tak seperti yang kita harapkan, perilakunya berbeda dengan yang kita mau, cinta kita akan luntur.

Selain
itu, cinta emosional tak berpijak pada fakta karena saat kita
mengalaminya, kita akan penuh dengan angan-angan yang amat romantis.

Musuh cinta emosional adalah rutinitas. Setelah kita
mengetahui banyak hal tentang sang kekasih, kita jadi tak tertantang
lagi. Selain itu, aktivitas rutin yang diulang-ulang dengan cara yang
sama, serasa tak menarik lagi. Jika rutinitas melanda; cinta kita akan
luntur.

Cinta emosional biasa diwujudkan dengan sentuhan fisik
(berpegangan tanga, berpelukan, berciuman) sehingga cinta ini lebih
diarahkan pada lawan jenis dan bersifat ekslusif, tidak mendua.

CINTA RASIONAL

Cinta rasional adalah cinta pelengkap dari cinta emosional. Cinta ini tak didominasi oleh passion tapi oleh akal, rasio.

Cinta rasional terwujud dalam tindakan yang disadari sepenuhnya, bukan cuma perasaan saja!

Cinta rasional ada 4 unsur; yaitu :

CARE > Jika kita
mencintai seseorang, kita wajib menaruh perhatian serius pada kehidupan
dan perkembangan pribadi serta kesejahteraan psikisnya.

RESPONSIBILITY
> Dalam mencintai seseorang ada tanggung jawab; kita harus
responsible terhadap kesejahteraan dan kebahagiaannya tapi bukan dalam
arti kesejahteraan dan kebahagiaannya ada di tangan kita. Sebagai
contoh, misalnya orang yang kita cintai butuh bantuan psikologis;
paling tidak kita punya telinga untuk mendengarkan keluhannya dan
sebisa mungkin memberikan jalan keluar untuk masalahnya. Atau contoh
lain, dalam cinta ada tanggung jawab; makan berdua tak semurah makan
sendiri atau mengambil keputusan 2 orang tak semudah kita mengambil
keputusan sendiri. Agar responsibility kita tak jatuh menjadi dominasi,
harus ada unsur lain, yaitu :

RESPECT > Rasa hormat pada orang yang kita cintai.
Menghormati di sini bukan agar kita menyembah orang yang kita cintai
seperti raja/ratu, tapi kita harus bisa melihat/memandang orang yang
kita cintai itu apa adanya.

Dengan menerima orang yang kita cintai apa adanya, dengan
segala kelebihan dan kekurangannya, kita tak akan menuntut orang yang
kita cintai punya kepribadian/perilaku sesuai dengan yang kita maui.

Dalam
mencintai seseorang kita harus ingat bahwa ia berada di dunia ini, tak
untuk hidup sesuai dengan harapan kita; kita pun berada di dunia ini
bukan untuk hidup sesuai dengan harapan sang kekasih.

Mencintai seseorang harus independensi, merdeka dan mandiri.
Pribadi-pribadi yang mencintai harus seperti ini. Pribadi yang saling
mencintai tak boleh lemah dan menggantungkan hidupnya satu sala lain,
karena pribadi yang saling mencintai bukan seperti benalu.

Hal ini penting diterapkan, apalagi jika hubungan berlanjut
sampai ke jenjang pernikahan. Pribadi yang saling mencintai haruslah
saling membantu, saling menolong dan saling mendukung.

Dengan demikian, hubungan cinta jadi sehat dan saling membangun. Selain itu dalam cinta rasional harus ada :

KNOWLEDGE > Pengetahuan tentang kepribadian, latar belakang
yang membentuknya serta kecendrungannya sangat penting. Di sini kita
pun harus sadar bahwa pribadi orang yang kita cintai selalu berkembang.
Jika kita tak memiliki pengetahuan yang baik, kita tak akan dapat
mencintai sang kekasih dengan sepenuhnya.

Cinta emosional dan rasional harus berdampingan. Tapi hal ini
memang tak mudah. Maka yang perlu kita lakukan adalah bisa menerapkan
keduanya sehingga kita jauh dari rasa egoisme, dapat menyadari bahwa
kebahagiaan kita harus dirasakan oleh sang kekasih juga dan kemudian
kita dapat mencintai pasangan dengan cinta yang nyaris sempurna.

Pada dasarnya, cinta rasional dapat diberikan kepada siapa
saja, terutama pada keluarga/teman/sabahat. Tapi, kita harus realistis
karena kita tak mungkin mencintai seseorang secara sembarangan tanpa
dasar apa pun. Kita harus bisa memilih sejauh apa dan kepada siapa kita
menyatakan cinta kita.

Ciri utama cinta rasional adalah memberi tanpa syarat. Dalam
mencintai sang kekasih, kita tak boleh mengenal istilah TAKE &
GIVE. Karena, istilah ini hanya dikenal dalam dunia bisnis.

Di jaman ini, banyak sekali pribadi-pribadi yang mencintai tapi
berpikir tentang take and give. KIta harus menyadari bahwa take and
give hanya dapat diterapkan dalam marketing character, kita beri uang,
ia beri barang. Dalam mencintai sang kekasih, kita tak boleh memikirkan
untung rugi.

Cinta harus memberi tanpa syarat, gratis!

Mungkin kita jadi bertanya, kalau kita memberi sang kekasih hadiah;
lalu apa yang kita dapat kalau kita tak boleh mengharapkan imbal balik
dari pemberiannya? Saat kita memberi hadiah pada sang kekasih, tentu
kita memperhatikan ekspresinya. Jika ia amat bahagia dan gembira
menerima hadiah dari kita, itulah yang kita terima. Kebahagiaan dan
kegembiraan yang ia pancarkan melalui wajah dan bahasa tubuhnya akan
membuat kita merasa kuat, kaya dan bahagia. Dalam memberi kita akan
menikmati kemampuan tertinggi sebagai seorang pribadi.

Atau dapat dicontohkan lain, jika sang kekasih adalah orang yang rapuh,
tidak percaya diri; sebagai kekasihnya, kita wajib membantu ia
melampaui keterbatasannya. Kita harus mengajak ia terbang tinggi. Saat
ia sukses, kita akan jadi orang pertama yang bahagia, bangga dan
memberinya ucapan selamat.

Hal-hal semacam ini tak dapat ternilai oleh uang.

Ketika Gw Jadi “Cewek Murahan”

October 18th, 2007 by baikhati2

Gw merasa ditantang sama Pdt. Filipus untuk melalukan apa pun untuk
bisa survive. Belum lagi "tamparan" Evi yang bilang, "Ya kalo lu mau
nawarin jasa jadi pembantu infal lebaran, tapi lu nawarin sama orang
yang lu kenal pasti ndak akan tega! Door to door dong!"

Hah? Tak terbayangkan dalam kamus hidup gw, gw jadi pembantu! Tapi hari
itu, gw ketemu sama Sofie teman SMP-SMA gw; yang udah 15 thn ndak
ketemu. Ngobrol2, ternyata dia mau bantu gw.

Besok pagi setelah obrolan semalam, Sofie mengirimkan sms, "Lady, maaf
ya kalau gw lancang. Gimana kalo pas lebaran nanti lu bantuin gw?
Kerjaan lu cuma 2 kali nyapu, 2 kali ngepel dan 4 kali cuci piring. Gw
bayar 40 ribu per hari, dari jam 7 pagi sampe 4 sore."

Gw jawab sekenanya, "Iya, Sof."

Malamnya, pas gw mau tidur; gw jadi sedih. Ya ampun, gw beneran jadi pembantu? Tak terbayangkan ….

Pagi itu (7/10) gw udah berangkat ke rumah Sofie di daerah Gunung
Sahari. Jam 7 lewat 10 menit gw baru sampe. Biasa, kereta lama. Pas
sampe, yang ada cuma bokapnya Sofie aja!

Lewat sms, kerjaan dikirimkan oleh Sofie. Gw mulai nyapu, ngepel, cuci piring. Rumahnya ndak terlalu besar, tapi 5 lantai.

Jam 11, ada sms dari Sofie, "Lad, sorry pakaian kotor di dkt mesin cuci boleh dicuciin ga? Nyuci di lt 2 dan ngejemur di lt 5."

Hah? Busyet! Gw nengok ke lt 4, di sana ada kamar mandi. Gw pikir dari
pada gw kudu ngangkut cucian dari lt 2 ke lt 5, mending gw nyuci di lt
4 aja!

Kelar nyuci, gw ngejemur. Pakaian yang kering di jemuran, gw angkutin
dan mulai nyetrika. Gw sms ke Sofie, "Sof, cucian yang di bawah tangga
bersih apa kotor?" Sms gw di bales, "Bersih."

Tapi pas gw mau seterika, ternyata masih kotor. Jadi, gw ngerendem
pakaian itu sebentar dan nyuci lagi. Kelar itu gw duduk2 manis sambil
bengong, ya ampun ndak nyangka jadi pembantu juga akhirnya :(

Kelar itu, gw lanjut nyetrika. Jam 2, Sofie sms, "Lad, celana panjang
hitam di dkt meja seterikaan tolong dicuci ya, besok pagi mau gw pake."

Aduh, kok ndak dari tadi sih? Biar sekalian gitu lhooo … Tapi, ya teteup gw kerjain. Namanya juga lagi jadi pembantu.

Kelar nyuci dan ngejemur celana yang dimaksud, gw ke bawah. Kok laper?
Gw ndak dikasih makan ya? Wah …! Mana ongkosnya dari Tebet PP 14 rb,
dipotong makan siang lagi, yang ada sisa buat gw cuma 16 rb dong?
Ampuuuun ….

Sebelum pulang, gw masih nyapu, ngepel dan nyuci piring.

Sampe di kosan, gw langsung boboan. Sambil berasa kecapekan, gw ngomong
sendiri eh, maksud gw ngomong sama Tuhan, "Tuhan aku bukan ndak
bersyukur atas pekerjaan ini. Tapi, aku capek banget! Sumpah deh
badanku rasanya mau rontok, pegelnya minta ampun. Dengan sisa 16 ribu
ini, kalau aku mau pijit juga kurang. Mending aku di kosan aja kali
yaa?"

Mungkin Tuhan kasihan sama gw. Malam itu, gw dapet sms dari Jeff, klien
gw. "Lad, besok jam 11 bisa ke kantor ya? Ada kerjaan jadi koordinator
press untuk jumpers nih!"

Gw langsung jawab, "Ok Jeff, gw besok dateng ya."

Setelah itu gw sms Sofie, "Sof, gw besok dateng rada siang ya. Gw ada kerjaan bentar niy …."

"Boleh. Atur aja Lad, asal tetap dateng ya!" balas Sofie.

Besoknya, pas di kantor Jeff; dari harga yang pernah tawarin untuk jadi
press koordinator yang 7 juta itu ditawar jadi 1/3 harga dan dengan
ketentuan yang banyak banget termasuk monitoring berita! Ya udah, ndak
apa deh …

Kelar ketemu Jeff dan Albert, gw langsung ke rumah Sofie. Di bus, HP gw kecopetan. BT banget …

Orang pertama yang gw telp adalah Jojona. Dan jadi keinget, tadi pagi
Jojona juga hampir aja kerampokan. Kalo Jojona nyaris, gw malah udah
kecopetan. Kok bisa gitu ya? Ya udah lah …

Sampe di rumah Sofie, nyokapnya complain soal WC yang rusak. Ya, gw
baru keingetan kalo WC di kamar mandi lt 4 itu kemarin gw bersihin
karena kotornya minta ampun. Dan, kata nyokapnya Sofie WC itu emang
rusak dan airnya jadi ngotorin sikat gigi di kamar mandi bawah. Ooo ya
maab mana gw tau … Niat gw sih, ngebersihin WC …

Pas gw ke lt 4, gw kaget banget. Karena di sana ada 2 gunung pakaian
kering yang harus diseterika (belum termasuk yang digantung2).
Nyokapnya Sofie bilang, "Kamu dateng siang sih, jadi bajunya udah
dicuci tuh sama susternya Sitta."

"Tapi aku udah ijin Sofie kok Tante," jawab aku.

Si Suster nyamperin aku, "Mbak, aku jadi ndak enak kemarin Mbak nyuci
dan nyetrikain baju aku. Makasih ya Mbak. Tadi aku mbantuin Mbak, nyuci
baju. Ndak apa ya Mbak."

"Oh ya sama2 Mbak. Makasih. Hm, ngomong2 ini cucian berapa orang ya?
Emang di rumah ini ada berapa orang sih?" jawab dan tanya gw.

"Di rumah ini ada 5 Mbak. Tapi karena di rumah Bu Dokter (kakaknya
Sofie, maksudnya), lagi ndak ada pembantu jadi semua baju kotor dibawa
ke sini. Jadi ini cucian 10 orang Mbak," jawab Suster itu.

"Ya Tuhan, ini sih namanya ngerjain gw," bisik gw dalam hati.

Gw sms ke Sofie, "Sof, sorry ya gw baru sampe niy. Busyet cuciannya
banyak banget ya? Gw mo nyapu, ngepel dulu deh, baru nyetrika. Nyuci
piring ntar aja! Emang kerjaan ini biasa dikerjain sama berapa pembantu
sih?"

"Ok. Gpp kok Lad. Pembantu gw 3 orang Lad," jawab Sofie.

"Jadi ini kerjaan 3 pembantu? Dan sekarang gw harus kerjain semua? Wah,
kalo gw kudu ngerjain ini semua, bisa mati gw Sof. Dari kemarin juga ga
dikasih makan. Ongkos gw juga 14 rb PP. Kalo gw cuma dapet bersih 16
rb, mending gw ga kerjain deh ….! Capeknya ampun2an. Sorry ya, bukan
gw ngeluh dan ndak bersyukur. Tapi lu ambil pembantu infal di yayasan
aja, lu musti bayar mereka 100 rb per hari, 1 orang pula," bales gw.

"Ya Lady gw ngerti, tapi gw ga mampu bayar segitu soalnya," bales Sofie.

"Ya udah gpp kok," reply gw.

Rasanya udah mau mati ngerjain semuanya. Mana ga dapet makan pula.

Pas jam buka puasa, keluarga Sofie lagi berbuka puasa. Gw lewat dan
mereka cuek aja, ndak nawarin gw sama sekali. Ya ampun, kok bisa gitu
ya? Ya udah lah, namanya juga pembantu. Tapi, gw sama pembantu di kosan
gw ndak gitu lho …!!!

Kelar kerja, gw langsung pulang. Sebelum pulang, nyokapnya Sofie
bilang, "Lady kalo mau makan indomie, ambil aja dan masak sendiri."

Gw bilang, "Ndak Tante, makasih. Aku pulang dulu. Sampe besok."

"Tuhan aku capek banget, laper pula. Tapi aku harus buru2 biar kebagian kereta terakhir," kata gw dalam hati.

Sampe kosan, gw mandi, berdoa dan tidur. Dalam doa gw bilang, "Tuhan,
aku mau udahan ah kerjanya. Ndak imbang antara tenaga dan hasil yang
aku terima. Maaf ya Tuhan."

Besoknya, karena gw harus ke kantor Jeff; gw dateng siang lagi ke rumah
Sofie. Sampe sana, nyokapnya bilang, "Kok dateng siang lagi sih?" Gw
jawab lagi, "Tapi aku udah ijin Sofie kok Tante."

Aduh, ga bisa gw yang cukup pandai ini ndak boleh jadi pembantu apalagi
sampe 20 hari seperti permintaan Sofie. Baru 3 hari aja udah neg
banget. Sofie telp ke rumahnya dan ngomong ma gw, "Lady, mulai hari ini
kerjaannya nambah ya, tolong jagain Sitta anak gw. Thx."

Gw jawab, "Iya."

Berarti ini kerjaan 3 pembantu dan 1 suster ya? Hebat … 40 ribu? Oh tiiiidaaaak!

Besoknya, gw sibuk sama persiapan kado ultah Jojona. Dan gw ndak dateng
ke rumah Sofie. Malamnya, gw telp Sofie, "Sorry Sof gw ga bisa dateng,
temen gw ultah." Sofie jawab, "Ya udah gpp Lad. Gw ambil infal dari
yayasan aja!"

Pas telp ditutup gw teriak dalam hati, "Tuhan makasih, aku bebas euy …!"

====

16 Oktober Pkl. 16.43 WIB

Sore itu gw masih tidur. Ada telp dari Sofie. "Lad, gw mau minta tolong
nih! Lu kan kuliahnya Komunikasi. Kakak gw yang lagi ambil S2 ada PR
Komunikasi dan dia blank banget. Tolong kerjain dong! Lu bisa dateng
jam berapa ke rumah gw?"

Gw jawab,"Musti sekarang ya? Diemail aja deh, gw kerjain di warnet."

"Oh ya, lebih praktis ya?" kata Sofie.

Gw buru2 mandi dan ke warnet. Cuma 2 soal siy …, tapi 2 jam
ngerjainnya karena dijawab sesuai dengan soal. begitu kelar gw sms
Sofie.

Jam 8 malem, Putri telp, "Lady, yang tadi udah aku terima. Tapi ada yang kurang, tolong dikerjain ya."

"Ok," jawab gw. Dan gw balik lagi ke warnet.

Di warnet, Putri sms, "Kalo udah kelar tolong sms aku ya. Tambahan
tolong buatin skemanya dan keterangan enkoding dan dekoding. Aku titip
uang 50 rb sama Sofie buat kamu."

Baca sms itu gw langsung melotot. Hah? 50 ribu? Biaya warnentnya aja udah 24 rb. Jadi otak dan tenaga gw dihargai 26 rb? Busyet!

Tapi gw tetap lho ngerjain dengan baik dan benar. Lengkap dengan skema,
dekoding dan enkoding. Hebat ya gw bisa ngerjain PR anak S2 … Horeeee

Sampe di kosan gw bengong. Gw ngomong sendiri, "Tuhan, bukan aku ngeluh
lagi. Tapi masa aku ngerjain soal yang lumayan njlimet dan aku dibayar
26 ribu? Semurah itu kah otak aku? Tenaga aku? Aku kan pake mikir …
Wah, temen gw yang lain ga akan mau tuh ngerjain PR anak S2 dan dibayar
segitu. S2 gitu lho …

Tapi ya udah lah, syukuri aja … Untung Tuhan masih kasih berkat.

Malam itu gw jadi mikir panjang, kenapa ya kok gw mendadak jadi "cewek
murahan" kayak gini? Paraaaaaah banget! Rasanya, gw adalah orang yang
sangat menghargai jerih payah orang lain. Reward yang gw berikan ke
orang yang bantu gw selalu layak dan lumayan lah bisa dipake untuk
menyenangkan diri. Tapi kenapa saat gw bantu orang lain, justru gw
dihargai semurah itu ya? Entah lah …

Apa pun itu, berapa pun itu, gw tetap bersyukur … Makasih ya Tuhan,
masih ada berkatMu, terima kasih atas apa yang telah Kau lakukan
untukku. Amin.

Jojona, Cepet Cembuh Yaa …

October 18th, 2007 by baikhati2

Gara2 kecopetan di P67 waktu 8 Okt lalu, komunikasi aku agak terganggu.
Dah mau seminggu, komunikasi sama Jojona juga jadi rada "macet".

Huaaaaa … Hari ini aku bisa telp Jojona, tapi Jojona lagi atit.
Suaranya berat banget! Hu hu … Untung aku pas mau pergi sama Inur
jadi bisa meng-sms Jojona pake HPnya Inur. (Bunda, big thanks yaa …)

Biasalah sms aku kan panjang banget! Aduh, kalo Jojona atit, aku
paniknya minta ampun. Mungkin Mama Hedy juga ndak sepanik aku kali yaa?
He he … Abis, Jojona kan suka badung, bandel, jadi kalo diingetin
kudu berjuta kali dey …

Pisah sama Inur, aku masih kepikiran karena mendadak aku juga masuk
angin dan ndak enak badan. Akhirnya aku pinjem HPnya Eni (makasih yaa
Say …) buat sms Jojona.

Tuhan, aku tau banyak dari anak2Mu yang
telah dijamah dan disembuhkan olehMu. Sekarang aku mohon bilurMu
berkuasa menyembuhkan Jojona. Ulurkan tanganMu yang menyembuhkan dan
letakkan di atas tubuh Jojona. Sembuhkan Jojona dari penyakitnya,
pulihkan agar Jojona sehat kembali. Amin.

Tuhan Maaf Aku Benci Banget sama Didi Rahman

October 18th, 2007 by baikhati2

Tuhan,
Kali ini ndak seperti biasanya. Aku yang biasa mudah melupakan
kesalahan orang, aku yang biasanya sulit membenci sekarang aku lagi
merasa bahwa api kebencian ada dalam hatiku. Rasa benci sama Didi
Rahman itu menghanguskan dan menghancurkan kedamaian dan kebahagiaanku.
Semua yang baik berasa dicuri, dibunuh dan dibinasakan oleh rasa benci
itu.

Tuhan, aku minta kasihMu untuk memadamkan api itu sekarang, jangan
tersisa sedikit pun agar hatiku menjadi tenteram dan merasakan
kedamaian bersamaMu.

Aku mau melatih tubuhku sedemikian rupa supaya kebencian sirna dan
digantikan kebahagiaan terhadap diriku dan kebaikan terhadap sesama.
Tuhan, ingatkan aku selalu bahwa aku ndak mungkin bisa melukai orang
lain tanpa aku melukai diriku sendiri. Amin.

Didi Rahman Pahlawan yang Mau Jadi “Tuhan” Buat Gw. Emang Siapa Lu?

October 18th, 2007 by baikhati2

Didi Rahman. Kalau gw nyebut nama artis yang 1 ini, orang musti mikir
lama. Setelah gw nyebut, "Itu lho yang dulu bergabung di Amartya 8
bareng Anjas." Biasanya orang suka manggut-manggut sambil bilang, "Oooo
dia, kayaknya sih inget, kalo namanya sih cukup familiar."

Gw kenal dia udah lama banget. Deket? Ndak juga. Cuma, dulu banget
pernah tuh nenek gw nanya, "Non, kamu kenal artis yang namanya Didi
Rahman? Dia itu anaknya teman mama."

Setelah itu udah lama banget gw baru ketemu lagi sama Didi, kalo ga
salah di Roxy. Waktu itu ya sempet halo-halo tapi keputus juga. Eh, ga
taunya taun lalu ketemu di FS. Sempet tukeran no HP tapi gw juga ga
pernah telp.

Waktu gw kenalan sama Joe Richard di FS, gw baca di salah satu foto;
Joe nulis kalo Joe suka pelayanan bareng Didi dan Marcellino. Dari situ
juga gw akhirnya tau kalo Joe dan Didi temenan.

Awal tahun ini gw pengin kenalan sama Joe Richard. Karena gw kesulitan
dapetin kontaknya, gw kirim email ke Didi minta no HP Joe. Dan dikasih.
Makasih ya Di, lu udah kasih kontaknya Joe ke gw.

Setelah gw kenal sama Joe, gw ketemu Didi (ndak sengaja) di Mal Ambasador. Tuker cerita, Didi banyak cerita tentang Joe.

Sekali, dua kali, tiga kali ketemu; cerita tentang Joe tambah banyak
tapi kok sepertinya Didi ngejelekin Joe banget ya? Ada apa sih?

Hari ini, saking udah mumetnya, gw konfirmasi cerita Didi ke Joe. Udah
jelas ceritanya bertolak belakang. Gw yang dalam posisi tengah-tengah
mau lah mendamaikan teman.

Saat gw mengirimkan email ke Didi dan Joe; Joe menerima email itu
dengan baik dan dengan kepala dingin. Kalo Didi sih bilang, "Lu jangan
sok jadi pahlawan."

Meski gw sebel banget sama apa yang diomongin Didi secara gw udah makin
kenal dekat sama Joe, tapi gw tetap baik lah … Namanya juga temen.

Hari itu, gw dapat sms dari Didi, "Dy boleh pinjam uang ndak?" Ya
karena kebetulan saat itu ada ya gw kasih aja!Jumlahnya ndak gitu
banyak, tapi lumayan lah buat pengangguran kayak gw ini.

Waktu yang dijanjiin untuk kembaliin uang udah lewat, akhirnya kebayar
walau ndak lunas. Ya ndak apa, gw juga suka telat kok kalo balikin uang
orang, ya maklum kan ndak selamanya kita bisa mewujudkan apa yang kita
mau.

Tapi anehnya, kalo kepapas di gereja Didi jadi buang muka sama gw. Dari
situ gw mikir, ya udah lah … ikhlasin aja uangnya. Toh jumlahnya ndak
banyak.

Jauh dari Didi, ya ndak ngaruh. Hubungan gw sama Joe juga makin baik, makin akrab, makin harmonis.

Awal Oktober, saat gw kepepet uang buat bayar kos; gw jadi keingetan
lagi sama uang gw yang ada sama Didi. Akhirnya, gw ke kosannya lah
untuk menagih. Ketemu dan dibayar. Lumayan, nambahin uang untuk bayar
kos.

Ya, kan gw ndak musuhan sama dia. Jadi ya ngobrol2 dulu lah di
kosannya. Hari itu ada temennya Didi, yang cowok namanya Bibi dan yang
cewek gw lupa deh …

Selama di sana, Didi cerita ngalor-ngidul tentang kebaikan Tuhan dalam
hidup dia. Di sepanjang obrolan, Didi sempet nanya, "Joe apa kabar?"
Wah, padahal gw ndak ngarep dia nanya soal Joe. Gw jawab sekenanya,
"Baik."

Ndak perlu lebih lama lagi, gw pamit pulang.

Beberapa hari kemudian, karena gw nunggu orang di sekitar Mal
Ambasador; gw telp Didi. Kalo dia ada di kos, paling ndak bisa ngobrol2
di kosnya daripada muter2 di mal ndak karuan.

Sampe di kosannya DIdi, dia cerita kalo mau pindah kos. Dia juga
cerita, meski bakal kamar barunya ndak ber-AC tapi Tuhan udah bikin
sejuk. Baiklah …

Tuker2an cerita, ya gw biasa aja cerita kalo gw udah 6 bulan ini jadi
pengangguran. Gw tiap hari mikir gimana caranya gw bisa tetap survive.
Dan, Didi seperti biasa memberi kesaksian kalau Tuhan pelihara dia.
Dari ceritanya, sepertinya dia disayang Tuhan banget deh … Apa yang
dia minta semua terkabul, dia selalu bisa bercakap2 dengan Tuhan setiap
waktu tanpa mengalami kesulitan sama sekali. Baiklah …

Akhirnya gw pamit juga dan dia minta gw dateng lagi besok untuk bantuin dia pindahan.

Besoknya, gw dateng lagi dan udah lumayan beres barang yang mau
dipindahin ke kos barunya. Tapi gw juga ndak bisa lama karena gw ada
janji sama Joe, hari itu.

Setelah dia pindah, gw ke kosannya Didi 2 kali. Yang pertama waktu
habis pulang dari Sido Muncul. Saat itu Didi cerita tentang kamarnya
yang pengab dan panas (padahal kemarin itu sebelum pindah dia bilang
MESKI KAMAR ITU NDAK BER-AC TAPI TUHAN UDAH BUAT KAMAR ITU ADEM).

Lalu, karena dia berasa kepanasan, dia berdoa sama Tuhan. Dan besoknya
Tuhan mengirimkan tetangga barunya. Si Tetangga baru itu
sekonyong-konyong (katanya) ngasih uang 300 ribu buat beli kipas angin.
Emang bisa gitu ya? Emang sih, bersama Tuhan tak ada yang mustahil,
tapi apa mungkin Si Tetangga mendadak kasih uang 300 ribu tanpa ada
prolog apa-apa dari Didi? Misalnya keluhan kamar panas atau ngab?

Udah lah, itu urusan dia. Ndak penting juga gw ngurusin.

Tgl 13 Oktober lalu, Didi sms dan akhirnya gw ketemu dia lah di
Carrefour ITC Kuningan trus ke kosannya. Gw udah bilang ga bisa lama
karena gw ada janji mau ke rumah Ican dan ada rencana mau ke Bekasi.

Di kosannya Didi, kembali dia memberi banyak kesaksian tentang cara
Tuhan pelihara dia. Gw sih cuma diem aja! Diemnya gw bukan karena gw
ndak percaya, tapi bingung dan mikir dalam hati … "Tuhan, kok Tuhan
baik banget sama Didi? Kok Tuhan sebegitunya sayang sama Didi? Tapi,
kenapa Tuhan ndak peduli sama aku ya? Tuhan, apa yang Didi omongin itu
bener semua ya? Bukan cuma omdo? Bisa gitu ya Tuhan? Bukan aku iri,
tapi kalau Tuhan bisa sebegitu sayangnya sama Didi, bisa dong Tuhan
juga sayang sama aku!"

Waktu Didi bilang, "Ga guna lo konseling sama banyak orang, sama banyak
pendeta, itu cuma ngebuka aib lo aja, kalo lo itu orang yang
bermasalah," jujur aja tanduk di kepala gw mulai muncul.

Ya, gw konseling buat diri gw kok, untuk
cari akar masalah yang ada dalam diri gw, supaya hidup gw bisa berubah
bukan buat ngumbar kesusahan atau masalah gw ke orang lain.

"Lo juga orangnya tuh pengin diakui. Liat deh di FS lu, lu promosiin
Joe mlulu. Lo pengin diakuin sama Joe? Saat lo susah kayak gini, Joe
bantuin lo ga?" katanya rada ketus dan nada tinggi.

Oh, dia masih juga ya merasa gimana sama
Joe. Dan dia masih juga ya, menghantam gw dengan ngebawa nama Joe.
Emang siapa lu? Apa gunanya gw laporan sama lu siapa aja yang bantu gw
dan berapa nominalnya?

"Gw sih ndak yakin Joe bantu lo. Dulu aja waktu gw deket sama Joe dan
gw butuh uang 40 juta, Joe cuma bantu gw 10 juta. Padahal gw tau banget
uang dia lebih dari itu," lanjut Didi.

Hah? 10 juta dibilang CUMA?

"Lo bilang HP lo kecopetan, trus lo maksa punya HP lagi. Lo tuh maksain
diri. Gw nih, HP ilang gw berdoa. Besoknya Tuhan ngirim orang dateng
dan orang itu ngajak gw ke Roxy. Gw disuruh milih HP tapi gw sih ndak
serakah jadi gw pilih aja HP ini, yang biasa. Coba lo lebih sabar,
pasti Tuhan juga siapain HP buat lo," komentar Didi.

Wah Tuhan, enak banget ya jadi Didi. Didi
cuma berdoa dan Tuhan ngirimin semua orang untuk kasih Didi barang,
uang, secara cuma2.

"Lo itu maunya semua serba instant sih! Lo bilang Ibu Sinta Siregar
yang mau kasih lo tumpangan tempat tinggal sebagai solusi? Trus Pdt.
Ronaldo ndak kasih lo solusi buat tempat tinggal lo?" Itu karena lo
maunya instant. Tuhan juga ga mau kasih lo yang serba instant, Tuhan
kan musti tau dulu kualitas lo seperti apa. Dengan lo konseling ke
banyak Pdt atau orang aja udah nunjukkin lo jadi kayak ke dukun. Lo
serahin masalah lo, minta didoain dan lo nyantai aja …." komentar
Didi panjang lebar.

Soal tempat tinggal itu, gw cuma pernah
ditawarin lho sama Ibu Sinta, tapi gw ndak ambil karena gw pikir selama
gw masih bisa survive bertahan hidup kenapa gw harus nebeng hidup sama
orang? Tapi dalam kondisi sekarang, gw mau banget kalo gw bisa numpang
tinggal karena itu bisa mengurangi beban gw. Kalo masalah gw konseling
dan minta didoain sama orang, gw sih ga anggap mereka sebagai dukun. Gw
percaya, makin banyak kita didoain sama orang , makin besar juga
peluang untuk Tuhan mengabulkan doa gw. Wah, tega amat ya lu nge-judge
gw begitu? Emang lu tau ya Di, sebaik dan seburuk apa hubungan gw sama
Tuhan?

Belum kelar Didi ngoceh, gw dapat misscalled dari orang dan gw telp
balik, karena gw pikir itu Yulia Rahman eh ternyata orang itu mau kasih
tau gw salah. Dan gw bilang, "Oh, salah sambung ya? Maaf ya Mas, HPku
ilang jadi aku keilangan semua no. Aku tuh mau sms Mbak Yulia Rahman,
aku cuma ngira2 aja nomernya eh ternyata sama. Maaf ya."

Begitu telp gw matiin, Didi langsung nyamber, "Ndak penting kan? Buang2
pulsa aja buat masalah ndak penting. Ngapain sih lo pake sms Yulia
Rahman segala? Lo mau manfaatin dia? Jadi orang jangan sok mau diakui
deh Dy. Yulia deket sama Joe langsung lo pepet juga," cetus Didi.

Hah? Ndak penting? Gw kan ngucapin selamat
lebaran. Siapa juga yang mau manfaatin Yulia? Siapa juga yang minta
diakuin? Idih, meski gw kenal Mbak Yulia karena Joe, tapi Mbak Yulia
kenal gw kok! Gw sebut lady juga, Mbak Yulia ngeh! Meski kadang Mbak
Yulia memperjelas Lady-nya Joe?

Trus, belum puas Didi ngomong, dia menghamtam gw dengan kalimat, "Dan
lo tau ndak Dy? Aura lo tuh jelek karena hati lu busuk! Kalo ndak,
Tuhan ndak akan nutup berkatNya buat lo. Gw aja kemarin pelayanan
dikasih tuh uang 15 juta sama Ibu Merry yang punya Mega Mal Pluit,
padahal dia terkenal pelit. Tapi Tuhan ngatur semua biar Ibu Merry itu
ngasih uang 15 juta buat gw."

Emang hati lu sebersih apa siy? Dalam hati
orang siapa tahu? Rasanya yang tau kondisi hati gw ya cuma gw dan Tuhan
aja deh …! Puji Tuhan deh, kalo emang Ibu Merry benar adanya ngasih
lu 15 juta karena terkesan sama kesaksian lu.

Meski BTnya minta ampun, tapi gw bukan orang yang kampungan yang
langsung ngedamprat Didi. Gw cukup mannered kok, jadi selama dia
ngoceh, gw cuma senyum aja dan gw pamit pulang. Dalam perjalanan ke
rumah Ican, sumpah deh gw keselnya minta ampun. Gila ya Didi, kok bisa
ya dia ngomong gitu? Dia kenal gw juga ndak terlalu, tapi hebat banget
dia bisa ngomong hati gw busuk segala! Dan, dia selalu menghajar gw
dengan ngebawa Joe. Kenapa? Iri banget sih lu sama Joe? Kalo gw boleh
milih, gw sih milih Joe dong … (apa pun alasannya, Joe jauh lebih
baik dari lu dalam segala hal!)

Mendekati rumah Ican, ada SMS dari Didi. "Sorry kalo gw terlalu keras
sama lo. Yang pasti gw care sama lo. Gw mau lo juga bisa merasakan
berkat Tuhan seperti yang gw rasain. GBU."

Gw ndak langsung bales. Tapi gw ketawa2 dulu di rumah Ican. Dalam perjalanan ke Bekasi, gw sms Didi.

"Hai Di, makasih ya udah care sama gw. Udah
biasa kok gw dicaci maki sama orang dengan keadaan gw seperti sekarang.
Ya, mudah2an aja, Tuhan berbaik hati sama gw dan mau mencurahkan
berkatNya untuk gw. Asal lu tau ya, gw temenen sama siapa pun, gw ndak
ada niat untuk memanfaatkan orang tsb. Ndak Joe, ndak Mbak Yulia, ndak
Uya, ndak Comenk Ancol atau siapa pun yang gw kenal. Gw juga ndak butuh
pengakuan kalo gw itu temennya Joe, atau siapa pun lah … Ngebantu
promosi di FS siapa pun gw bantu. Bukan cuma Joe, siapa pun. Kalo lu ga
percaya sama gw, silahkan kroscek sendiri sama Joe, apa gw manfaatin
hubungan gw sama dia? Lu boleh juga kok cek ke Mbak Yulia, Uya, Comenk
Ancol, atau siapa pun lah yang lu kenal. Dan gw pikir, gw ndak perlu
tuh laporan sama lu, siapa aja sih yang bantu gw selama gw tak
berpenghasilan selama 6 bulan ini. Emang lu siapa ya? Yang pasti, Joe
bantu gw! Dan, gw sangat menghormati Joe. Jadi kalo gw mau minta
bantuan, gw ndak akan nekad ngomong ke Mbak Yulia, karena gw kenal Mbak
Yulia karena Joe. Klo gw ngomong sama Mbak Yulia, ndak tertutup
kemungkinan Mbak Yulia juga bantu gw, tapi daripada gw ngomong sama
Mbak Yulia, mending gw bilang sama Joe. Hebat banget ya Di, lu itu ndak
bersyukur banget! Lu bilang Joe bantu lu 10 juta dan itu lu bilang
CUMA. Gila banget! Masalah HP, gw sih ndak maksain diri untuk bisa
punya HP lagi. Tapi gw emang perlu banget alat komunikasi karena gw kan
emang lagi nganggur jadi komunikasi ya by sms atau telp aja! Masalah gw
mau telp siapa pun, penting dan penting; itu juga bukan urusan lu. Gw
emang orang miskin, gw malah mikir lu hebat. Kos lu itu lengkap dengan
TV, DVD, VCD, kulkas, dll. Lu masih punya itu semua, kalo gw sih cuma
pernah punya. Tapi gw ndak terikat barang2. Gw cukup bersyukur dengan
apa adanya gw sekarang. Buat masalah Joe, gw ndak tau juga apa sih yang
ada di kepala lu. Kenapa lu selalu buat gw BT dengan lu mencari
kelemahan Joe dan itu lu pake buat menghantam gw? Yang pasti, lu dan
Joe sama2 punya tempat di hati gw. Tapi seberapa besar tempat itu ya
cuma gw yang tau. Dan harusnya saat ini lu sadar juga, berapa besar
tempat lu dan seluas apa tempat Joe. Sampe kapan pun, lu mau acak2
hubungan gw sama Joe ndak akan bisa. Udah kebukti kok, sampai detik ini
juga hubungan gw sama Joe tetap harmonis karena kita saling menjaga
perasaan dan tenggang rasanya tinggi. Terserah lu mau makin benci gw
atau Joe, ndak penting juga kok! Dimusuhin sama lu ndak mengurangi
apa2. Kasar ngomong, lu benci gw, gw ga mati; lu benci Joe, Joe juga
tetap eksis dalam karirnya. Maaf kalo gw ndak tertarik untuk takjub
sama pekerjaan Tuhan dalam hidup lu. Maaf kalo gw ndak bisa lu ubah
seinginnya lu. Tapi yang pasti gw percaya, cara Tuhan bekerja dalam
hidup kita masing2 sering tak terselami dengan hati dan pikiran kita;
tapi gw menyakini bahwa semua bisa gw dapet dengan cara berdoa dan
berusaha. Paling ndak, kalo lu ndak bilang apa2 sama temen kos lu, sama
gw (waktu lu mau pinjem uang) apa temen kos lu itu tau lu kepanasan?
Apa gw tau saat itu lu lagi butuh uang? Usaha di sini, ya lu bilang lu
kepanasan dan lu bilang lu mau pinjam uang. Selebihnya Tuhan yang kerja
untuk menggerakkan hati temen kos lu dan hati gw saat itu, untuk
ngebantu lu. Gw cukup amaze kok sama cara Tuhan pelihara gw selama 6
bulan ini, walau menurut gw ndak maksimal. Gw ndak minta yang instant,
tapi gw berharap Tuhan mau membukakan jalan buat gw. Masalah kita beda,
cara Tuhan menyelesaikannya juga pasti beda. Tolong, jangan pernah lu
berniat merubah gw seingin lu. Lu bukan siapa2 gw. Gw ndak bisa lu
atur. Dan gw ingetin lu buat yang terakhir, jangan pernah lu jelekin
Joe di depan gw. Makasih ya lu udah ngeluangin waktu buat "nyuci" otak
gw, tapi ndak berhasil. Makasih juga lu dah bilang aura gw jelek karena
hati gw busuk. Emang hati lu sebersih apa sih? Jangan jadi "Tuhan" deh
… GBU

Gokiiiiil, Gw Jatuh Cinta Beneran Yaa?

September 28th, 2007 by baikhati2

Tadi itu gw ketemu sama klien gw. Entah kenapa, mendadak klien gw itu nanya2
soal dia. Dari gw masih mau kasiy senyum manis ke klien gw, sampe gw menatap
klien gw pake ujung mata dan pastina galak banget.

Itu semua karena klien
gw ngomongin dia yang ndak2. Gw merasa perlu membelanya, gw merasa harus
ngejagain dia. Huaaaaaah "tanduk" di kepala gw langsung ada sejuta rasanya.

Saat gw ketemu sama klien gw itu, dari gw ngomong sopan sampe gw marah
karena gw BT. Terakhir, klien gw nanya, "Lu pacaran ma dia ya? Kok kayaknya lu
ngebelain dia banget siy? Eh, kenalin gw dong sama dia!"

"Anjriiiiiit
…" teriak gw dalam hati.

"Wah, ketauan ya kalo gw demen ma dia?" Hu hu
… Tapi aku sebel sama klienku itu.

Rasanya, gw pengin langsung ketemu
dia dan ceritain semua, tapi ndak mungkin. Dia lagi ke gereja. Tapi gimana cara
mengusir tanduk2 di kepala gw ya?

Seperti biasa, saat BT, gw jalan kaki
jauuuh banget, sampe capek baru deh gw pulang. Sampe di kosan, gw sms dia. Gw
bilang kalo gw abis marah karena ada orang jahat sama dia.

Setelah gw
bilang, gw baru inget kalo gw pernah janji; apa pun yang gw denger tentang dia,
gw ndak akan bilang sama dia. Aduh, tapi tadi udah terlanjur ngomong abis marah
sama orang yang jahat ma dia.

Dan seperti biasa, waktu dia telp dan gw
ndak mau cerita, dia merajuk sambil ngancem mau ngilang! Ah tiiiiiiiiddaaaak …
Gw ndak mau dia ngilang …! Bisa mati rasanya tak ada dia dalam hidup gw karena
di saat2 sulit ini, Tuhan memberi kebahagiaan dengan menghadirkan dia masuk
dalam hidup gw lebih dekat dan semakin dekat.

Waktu gw ceritain, seperti
biasa juga dia langsung ngedumel pake Bahasa Inggris yang cepet banget!

Setelah telp ditutup, gw mandi dan berdoa. Usai itu gw sms dia, minta
maaf karena gw jadi ngerasa ndak enak sama dia. Gw juga jelasin tadi gw marah
sama klien gw itu karena gw ngerasa dia ndak gitu. Dan gw juga ingetin dia
supaya dia lebih ati2 karena yang iri sama dia banyak. Gw bilang, "Tetap rendah hati, kerja yang baik dengan hati supaya hasilnya
bagus dan orang tetap "melirik" kamu untuk dikasiy kerjaan lagi, lagi, lagi.
Biar "dunia" tau kalau kamu eksis karena kamu kerjanya bagus. Aku berharap dan
doain juga dengan "kulit baru" melalui *** yang di ******* ******* dari waktu ke
waktu, pikiran2 buruk orang tentang kamu yang ndak2 akan terkikis. Setelah usai
********* yang waktu itu dan kamu da janji sama ku untuk ndak gitu lagi, aku
doain biar kamu dapat yang lebih baik. Dan aku senang waktu liat kamu di *******
******* yang pertama, karena di situ kamu bener2 beda dari kamu yang sebelumnya.
Aku memang ndak tau kamu 100% (karena yang tau diri kamu beneran ya cuma kamu
sendiri dan Tuhan). Tapi, aku punya mata hati dan bisa merasa kok kamu ndak
seburuk yang orang omongin. Mungkin susah jadi orang ****** di antara orang
‘*****’ karena semua orang akan bercermin dan menggeneralisasi. Tapi aku harap,
kamu selalu bisa jadi orang waras meski dikelilingi oleh wong edan. Jangan BT
ya, aku kan cuma bisa ngingetin. Aku sediy banget dan kali ini lebih sediy dari
yang dulu. Kalau pun aku ingin ada perubahan dari kamu, bukan karena aku mau
ngerubah kamu seinginku, tapi semua buat kamu juga. Dan apa pun kata mereka,
kamu tetap kamu yang aku kenal; yang cakep, yang lucu, yang ******nya ******,
yang baik, yang nyebelin (karena suka ngilang), yang ndak bosen dengerin masukan
aku, yang tayank sama mamanya dan sayang sama Tuhan Yesus. Jangan sebel, jangan
BT dan jangan marah. Semoga besok pas bangun semua hal yang nyebelin udah pergi
dan ndak balik lagi. Celamat bobo, yang lelap ya. Lolyp nya kutunggu ya ;), tapi
kamu nyarinya pas ndak cibuk. Sedapetnya aja! GBU."

Malam
ini gw jadi sadar, gw beneran jatuh cinta sama dia ya? Gokiiiil …! Emang masiy
pantes ya gw jatuh cinta? Tapi cinta emang buat gw bertahan hidup sampe hari
ini, mungkin saat terhimpit beban berat seperti saat ini, kalau Tuhan ndak
pernah mempertemukan gw sama dia, gw udah milih mati dari kemarin.

Gw
sadar banget kalo tanda-tanda gw emang jatuh cinta udah banyak banget


"Andai ada yang mampu melebihi rinduku
padamu, aku akan mundur malu dan menghilang dari jiwamu. Aku tahu mungkin engkau
letih dan makan hati demi selalu memahamiku yang "sulit" ini. Tapi percayalah,
aku mencintaimu meski dengan caraku sendiri …"

Janganlah Engkau Berdiam Melihat Air Mataku

September 25th, 2007 by baikhati2

Bapaku
di Surga, banyak banget ya masalah yang aku ndak ngerti. Tapi satu
masalah yang aku simpan dalam hati bahwa Engkau mengerti. Banyak
kehendak bebasku membuat aku memilih jalan yang menuruti hatiku
sendiri, tanpa kuketahui ujungnya berakhir pada maut.

Engkau mengetahui semua masalahku, ketakutanku, kekuatiranku, karena
itu aku membutuhkan anugerahMu agar aku dapat menghadapi semua melebihi
kekuatanku dan kini aku mendekat kepadaMu, mengundang mujizatMu.

Engkaulah yang menentukan hidup dan matiku. Aku tahu ketika aku
menaruh percayaku kepadaMu, maka Engkau menjadi perisaiku dan aku tidak
mau takut akan apa yang dapat dilakukan orang kepadaku.

Ingatkan aku selalu bahwa tidak ada yang dapat terjadi hari ini di
mana Engkau dan aku tidak dapat mengatasinya bersama. Aku memang lemah
dan hanya dapat menanggung sebagian kecil beban, tapi Engkau yang akan
menanggung bagian yang berat itu pada akhirnya.

Tuhan, peganglah tanganku dalam genggamanMu. Mari temani aku
berjalan melewati hari-hari. Engkau memiliki kehendakku dan aku
memiliki kuasaMu. Hari ini akan menjadi hari yang besar bila kuhadapi
bukan dengan kekuatiran.

Seringkali aku membakar energi dalam jiwa dan tubuhku dari yang
semestinya, ketika aku berusaha melewati hari ini dengan kekuatiranku
sendiri. Hal ini membuat aku stress. Bila hal ini terjadi rohMu
mengingatkan aku kembali bahwa ketegangan tak pernah membawaku ke
mana-mana, kecuali ke masalah yang lebih dalam lagi.

Tuhan, anugerahkanlah kepadaku hati yang kuat dan mantab serta roh
yang tak pernah letih dan menyerah. Penuhi aku dengan diriMu sendiri
supaya aku dapat melepaskan semua ketakutanku dan berdiri teguh sebagai
hambaMu yang berhasil dan beruntung di setiap langkahku …

Aku percaya bahwa baptisanMu membawa kuasa roh kudusMu. Aku
memerlukan kuasaMu hari ini, aku memerlukan kekuatanMu untuk menghadapi
setiap masalahku.

Berilah roh kudusMu padaku. Aku ingin mengalami kepenuhan roh
kudusMu terus menerus. Aku ingin roh yang membangkitkan semangatku.
Untuk itu aku percaya kepadaMu lebih dari sebelumnya, berserah kepadaMu
lebih dari yang kupernah. Tuhan, tolonglah aku mengerti pentingnya dan
kebaikannya dari menuruti kehendakMu, lebih daripada jalanku sendiri.
Saat ini aku mau menguatkan kepercayaanku bahwa Engkau selalu
memberikan yang terbaik pada orang yang menyerahkan kehendak bebasnya
pada kepadaMu. Berilah aku hikmadMu agar aku tak lagi membuang energiku
untuk melihat hal yang sia-sia seperti sedang menjala angin semata.

Tuhan, ijinkan aku mengambil kuasaMu dengan iman untuk menghadapi
tiap perkara di depanku. BersamaMu tiada yang mustahil. Jika aku
lelah,hembuskanlah damai, kelegaan dan ketenanganMu dalam jiwaku yang
tidak pernah istirahat sehingga letih, lesu dan berbeban berat.

Aku sadar bahwa hatiku selalu berubah dan harus terus menerus
dirawat. Kasihku bisa menjadi dingin, hatiku bisa menjadi tawar,
hidupku bisa kekurangan tenaga yang pernah kau berikan untuk kumiliki.
Aku menyesali pertumbuhanku yang lalai.

Proses kelahiran baru hanya terjadi sekali saat aku percaya kepadaMu
tetapi pertobatan adalah proses terus-menerus untuk membersihkan
seluruh segi kehidupanku dari kecemaran dosa. Kini, aku masih akan
melawati masa pentahiranMu yang terasa berat dan pahit.

Memang aku masih harus banyak merubah hatiku yang lama menjadi hati
yang baru, karakter yang usang menjadi karakter yang "didandani". Aku
masih harus belajar merubah pola berpikir, aku masih harus merelakan
hatiku diubah, dibentuk dan diajar olehMu, aku masih harus belajar
disiplin untuk meluangkan waktu bersamaMu agar semakin peka untuk
mendengar suaraMu dan aku harus tetap berada dalam lingkungan yang
baik. Mungkin proses ini masih panjang, masih butuh waktu. Meski
demikian, dalam keadaan yang pahit ini, hendaknya Engkau tetap
bersamaku, Tuhan; berdoa syafaat bagi masalahku dan jangan Engkau
meninggalkan aku.

Berada dalam situasi sulit dan tidak menyenangkan seperti saat ini,
pikiranku buntu dan pandanganku kabur. Ikatan-ikatan buruk selama ini
bukannya menolongku tapi justru memperburuk keadaanku. Ampuni aku jika
selama ini aku telah gagal mengenali tangan kebaikanMu dan berkatMu.
Tuhan, tolong aku agar aku dapat lepas dari segala masalah ini,
lepaskan aku dari kesalahan-kesalahan di masa lalu. Aku berharap dalam
situasi yang paling sulit dalam hidupku seperti saat ini, aku tahu
Engkau memegang kendali dan pasti mengubah segala sesuatunya  menjadi
baik pada akhirnya. Walau Engkau masih mau menghajar aku, tapi …
dengarlah doaku Tuhan. Berilah telingaMu pada teriakku, minta tolong.
Janganlah Engkau berdiam melihat air mataku …

Untuk Kesekian Kalinya Aku Kecewa …

September 16th, 2007 by baikhati2

Ndak tau kenapa ya, aku itu selalu
ingin berbagi sama temanku itu. Dalam keadaan apa pun. Meski
pertemanannya juga udah hampir berujung musuh tetap aja aku ndak bisa
cuek tapi dia emang ndak pernah peduli sama aku.

Kemarin
kejadian lagi. Saat aku dapat berkat berupa voucher belanja
carrefour, aku masih inget tuh untuk berbagi sama dia. Tapi saat aku
susah dan minta bantuan, dia bilang ya dan akhirnya bilang ndak. Ndak
tau lah …

Rasanya capek juga ya merasa diperlakukan ndak
adil seperti itu. Tapi, mulai hari ini aku mau lebih cinta pada
diriku sendiri aja! Toh saat aku susah dan dalam keadaan terjepit dia
ndak peduli …

Ini bukan masalah rela atau ndak, tapi aku
juga capek kalau tiap ada masalah ya ini lagi, ini lagi. Aku sih ndak
bermaksud mengungkat apa yang udah aku kasih ke dia, tapi kenapa sih
aku selalu harus berbuat banyak sementara aku ndak dapat banyak. Dan
kenapa sih selalu aku ada berkat selalu aku harus ingat dia,
sementara saat dia punya berkat boro-boro dia ingat sama aku?

Jadi,
aku mohon Tuhan, tolong bantu aku ya, jika satu saat nanti aku dapat
berkat lebih ingatkan aku untuk selalu mengekspresikan ucapan
syukurku atas berkatMu dalam pujian dan kegembiraan yang luar biasa.
Dan ingatkan aku untuk lebih memikirkan diriku sendiri atau jika
memang Tuhan masih ingin aku membantu dia, ajarkan aku cara yang
bahkan tangan kiriku tak tau saat tangan kananku membantu dia. Terima
kasih Tuhan.